Cantik

Jumat, 23 April 2010

Pacaran,,??????????????????Tunggu yang pasti HALAL sAJA..............


Satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh teman-teman wanita Zahra. Apa yang menjadi ketetapan hati Zahra yang satu ini rupanya menarik perhatian teman-temannya, Zahra belum juga punya pacar. Menurut hitungan umur Zahra sudah lebih dari sweet seventeen. Hampir semua teman-teman seumuran Zahra sudah memiliki pacar, yang banyak diantara mereka mengatakan pacaran itu indah bangat , serasa dunia milik berdua (wiiihhh..!! emang yang lain ngontrak dimana... :P). Diantara teman-teman Zahra pun ada yang memakai jilbab (jilbab gaul, versi masa kini) dan sudah memiliki pacar.

Meraka juga terheran-heran, karena menurut mereka Zahra termasuk gadis yang cantik dan manis diantara mereka. Aura kecantikan Zahra begitu memikat mereka, padahal Zahra masih menggunakan hijab (pakaian longgar yang menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan). Pernah suatu saat teman-teman wanita Zahra datang ke rumah Zahra untuk mengerjakan tugas kelompok. Kebetulan waktu itu Zahra hendak menunaikan sholat Dzuhur, karena semua teman-temanya Zahra adalah wanita. Zahra tidak merasa khawatir munculnya fitnah saat dia membuka hijabnya untuk keperluan wudlu, sehingga nampaklah rambut indah Zahra serta leher Zahra. Saat itu teman-teman wanita Zahra melihat Zahra tidak memakai penutup kepala dan rambut serta lehernya kelihatan, mereka semua terpana bahkan salah seorang berteriak histeris, "Wooww zahra, kamu cantik sekali..! Subhanallah..."
Zahra tersenyum mendengar teriakan keterpesonaan teman-temannya itu. Salah satu temannya berkata “Zahra, kamu tidak kalah sama pemain sinetron yang cantik itu, itu loh si Bella..?!”.
Zahra membalas “si Bella siapa ya..?”.
Salah satu temannya heran, “Aduh Zahra, kamu tidak tahu si bella , semua orang juga tahu lagi, dia pemain sinetron yang lagi naik daun loh”.
“Maaf Zahra jarang nonton sinetron”, balas Zahra.
Salah seorang dari mereka bercanda sambil menyindir, “Makanya Zahra, jangan baca buku agama terus dong, bosan tau, sekali-kali nonton sinetron kek, ke pub kek, nongkrong malam mingguan kek sama kita-kita, kan biar gaul gitu, kan malu nanti gak dibilang gaul , masak si Bella aja kagak kenal”.
Zahra hanya bisa tersenyum sedih dan dalam hatinya berkata, “Ya Allah berilah petunjuk kepada teman-temanku ini”.

Bukannya Zahra tidak pernah memberikan nasehat kepada mereka, bahkan sering. Namun mereka hanya tersenyum masam saja seolah menganggap remeh nasehat dari Zahra. Bahkan setelah diberi nasehat bukannya berterimakasih tetapi malah dibuat candaan. “Iya bu ustadzah”, kata seorang temannya saat itu (Astaghfirulloh...). Bahkan yang lebih parahnya lagi, pernah suatu hari lagi ada seorang teman yang menganjurkan Zahra untuk membuka hijabnya dan menganjurkan berpakaian gaul, seperti mereka. Alasan mereka sih agar semua pria bisa melihat pesona kecantikan wajah Zahra dan keseksian tubuh Zahra (naudzubillahi mindzalik). “Eh Zahra, kita-kita kan tau kamu itu cantik, full cantik, kalau boleh usul ni , itu jilbab dibuka saja. Berpakain kayak kita-kita gitu lo. Aku yakin para pria tampan dan ganteng akan datang ke Zahra, untuk mendapatkan cinta Zahra, kita-kita sebagai teman ikut bangga loh, barangkali aja kita-kita dapat cipratan pria ganteng sisa-sisa dari Zahra (sambil tertawa genit) ..”. Begitu kata salah seorang teman sekolah Zahra. Tentu saja Zahra yang tahu hukum bertabbaruj langsung menolak dengan keras usulan itu.

Dalam kesendiriannya Zahra tak pernah lelah untuk berdoa, agar Allah menunjuki atau memberi hidayah teman-temannya. Zahra pernah dengar dari seorang temannya yang berpendapat. “Zahra kamu kan tahu aku ini pake jilbab juga, yah walau pun beda-beda dikit sih bentuknya sama yang kamu pakai, tapi toh aku pacaran juga, kan tidak ada salahnya punya pacar asalkan kita bisa menjaga diri kita”. Begitu kata pendapat temannya.

Apakah dia tidak tahu bahwa islam sangat perhatian tentang menjaga hati. Islam tidak mengekang cinta seseorang karena itu sudah fitrah manusia berlainan jenis. Tetapi islam menganjurkan untuk mengikuti aturan yang ada. Aturan dari yang menciptakan cinta itu yaitu Allah. Mungkin pendapat temannya Zahra itu benar bahwa mereka tidak melakukan apa-apa dan bisa jaga diri. Ok-lah anggap saja mereka tidak melakukan hubungan badan seperti suami isteri. Tetapi berkali-kali Zahra menjelaskan ke teman-temannya bahwa zina itu bukan hanya hubungan badan diluar nikah tapi ada beberapa zina selain itu.

Kemudian Zahra teringat bunyi hadist:

“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (HR. Muslim: 2657, alBukhori: 6243).



Zahra pernah membaca kitab dari imam An Nawawi tentang penjelasan hadis diatas bahwasanya :

“Pada anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan farji (kemaluan)nya ke dalam farji yang haram. Ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang wanita yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahromnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau melihat zina, atau menyentuh wanita yang bukan mahromnya, atau melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita yang bukan mahromnya dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi.” (Syarah Shohih Muslim: 16/156157).



Sambil bergumam dalam hati Zahra hampir dapat memastikan bahwa adakah di antara mereka tatkala berpacaran dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) atau laki-laki ajnabi (bukan mahrom) termasuk perbuatan yang diharamkan?!.

Salah seorang teman Zahra berkata bahwa mereka berpacaran untuk proses pengenalan sebalum menuju ke pernikahan . Mereka berpendapat, “Bagaimana mungkin kita menikah tanpa pacaran terlebih dahulu tanpa mengenal masing-masing karekternya masing-masing. Gak mungkin dong ah”. Betul islam juga menganjurkan untuk mengenal pasangannya masing-masing tetapi bukan dengan cara berpacaran. Zahra juga teringat akan hadits nabi berikut ini,

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan" (HR. Ahmad).



Zahra teringat akan kisah seorang sahabat yang datang kepada Rasul. Sahabat ini datang kepada Rasul untuk menyampaikan niatnya bahwa dia ingin menikah. Kemudian Rasululloh bertanya : “Bagus , tapi apakah kamu sudah mengenali calon mu itu..?”. Kemudian si sahabat rasul ini menjawab : “Belum ya Rasul..”. Selanjutnya rasul menyuruh dia agar terlebih dahulu mengenalinya. Artinya kita diwajibkan untuk mengenal pasangan kita terlebih dahulu (ta'aruf) tapi bukan dengan pacaran melainkan dengan aturan yang ada.

Kemudian Zahra juga teringat akan hadis berikut,

“Sekalikali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahromnya.” (H.R. alBukhori: 1862, Muslim: 1338).



Pada dasarnya kita mengenal wanita yang ingin kita nikahi itu bisa melalui (dengan ditemani) mahromnya wanita tersebut. Jadi bukan hanya berdua-duaan. Jika misalnya kita ingin meneliti akhlak si wanita tersebut tanpa sepengetahuannya kita boleh mengutus seseorang untuk menelitinya. Misalnya dengan temannya si mahrom wanita tersebut. Atau bisa juga memanfaatkan teknologi yang lagi ngetrend sekarang. Tukar biodatanya masing-masing via email. Juga bisa juga lewat chatting tetapi perlu diingat juga chatting disini bukan tidak ada batasnya. Dilarang chatting bebas artinya harus dalam rambu-rambu yang dibenarkan. Tidak boleh ada kata-kata maksiat atau yang lagi ngetren sekarang dengan menggunakan kata cinta-cintaan, sayang-sayangan dan sejenis itu. Chatting disini dilakukan semata-mata untuk mengenal si wanita tersebut. Saling tukar menukar informasi yang berguna ke proses penganalan tersebut dan tidak mengarah kepada maksiat juga tidak melalaikan serta mengotori hati.

Zahra juga tidak mau menyalahkan sepenuhnya persepsi atau pandangan dari teman-temannya itu. Zahra sadar, bahwa yang mempengaruhi mereka adalah media-media ala barat, juga pergaulan ala barat yang banyak digemari sekarang ini. Dianggap menjadi trend, bahkan ironisnya menjadi tolok ukur pergaulan seseorang. Zahra menyadari bahwa acara-acara televisi sekarang mulai dari lagu-lagunya , film-filmnya sampai sinetron-sinetronnya kebanyakan menyajikan cinta berlainan jenis. Dan cinta itu diwujudkan dengan pacaran dan mereka terjebak dalam lingkaran setan pergaulan seperti itu.

Zahra dalam setiap akhir sholatnya hanya bisa berdoa,

“ Ya Rabb, berilah hidayah kepada teman-teman hamba agar bisa merasakan, menikmati indahnya hasil menjaga hati, indahnya menjaga bagian tubuh ini dari hal-hal yang Engkau larang. Tangan ini hanya untuk dijalanMu, Mata ini hanya untuk melihat yang tidak Engkau larang dan segala anggota tubuh ini adalah amanah dariMu, yang engkau perintahkan untuk digunakan dijalanMu. Ya Allah, berilah kenikmatan dan keinginan yang luar biasa, bagi hambaMu ini, dan teman-teman hambaMu ini untuk selalu berada dijalanMu, dan berilah kebencian yang luar biasa bagi hambaMu ini dan teman-teman hamba dari hal-hal yang Engkau larang. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Penyayang bagi hambaMU yang ikhlas memohon kepadaMu amin Yaa Allah”.



Seraya meneteskan air mata, begitulah doa singkat yang selalu di lafadzkan oleh Zahra dalam setiap akhir sholatnya, dan dalam kesendiriaannya, hanya berdua dengan Rabb-nya dihabiskannya sisa sepertiga malam.

Pencarian Pasangan Sempurna


Seorang hamba telah lama mencari pasangan nan sempurna. Hingga lelah hati dan jiwa. Hamba terus mencari kemana-mana, tetapi tak juga ditemukannya belahan jiwa itu. Setiap hari hamba senantiasa berdoa, namun belum juga terkabul hingga hari ini. Mungkin inilah yang dinamakan perjuangan.

Lama-lama hamba mulai menikmati kehidupan ini. Walaupun rasa jemu pernah hinggap dalam kamus kehidupan hamba, meraung-raung dalam sunyi. Sungguh, di dunia yang fana ini, hamba sekuat tenaga mencoba menghindar dari gundukan dosa, namun serangga-serangga dosa itu sesekali berduyun mendekati hamba, mengerubuti hamba. Sekuat tenaga ruh hamba berlari-berlari menuju cahaya, dan konon, salah satu kendaraan untuk mendekatkan diri dengan cahaya itu adalah mendapatkan seorang pasangan. Ya, hamba mencari pasangan, pasangan nan sempurna, agar hamba bisa menyempurnakan niat hamba, menyempurnakan setengah dien, menetapi sunnah Rosul, bercengkrama dengan cahaya sejati.

Hamba bergelut dengan hari-hari, mencari secercah cahaya untuk bisa hamba huni dari kegelapan yang semakin pekat menyelimuti hati hamba lagi. Hamba akui di setiap arah jam yang bergulir ada terpendam berjuta rahasia yang tak bisa hamba singkap keberadaannya, tak mampu hamba kuliti satu persatu apa gerangan yang diinginkan Allah. Tadinya hamba berpikir bahwa hamba telah mampu meredam satu niatan hamba itu, mengubur riak-riak kehidupan yang hamba bangun dengan pondasi rapuh. Rupanya detak suara jarum jam semakin besar menghentak-hentak dan memekakan telinga hamba, lalu hamba kembali terpuruk, pikiran hamba terhuyung-huyung melangkahkan kaki tak tentu arah.

Suatu hari, hamba bertemu dengan sekuntum mawar. Di taman itu ia hidup sendiri. Warnanya yang merah merekah membuat mata terkagum-kagum. Ingin rasanya hamba mempersuntingnya, memetik segala hasrat yang mulai basah kuyup dengan segala keinginan. Sang mawar tak sadar bahwa ada yang mengamatinya. "Ya Tuhan harum sekali".

Ya, ketika pagi merambat, hamba merasakan keharuman yang luar biasa. Merambat ke seluruh ubun-ubun, keharuman yang menakjubkan. Hamba memberanikan diri untuk menyapanya.
"Selamat pagi, Mawar."
Mawar tersenyum, senyum yang menyejukkan. "Selamat pagi. Ada apakah gerangan, sehingga pagi-pagi begini anda bertamu ke taman yang sepi ini?"
"Hamba berniat mencari pasangan yang sempurna. Setiap hari tanpa sepengetahuan anda, hamba mengamati anda, lalu tumbuhlah sejumput rasa tertentu yang tak bisa terdefinisi. Anda telah menyampaikan keharuman itu lewat wewangian yang disampaikan angin. Hamba pikir andalah yang hamba cari, belahan jiwa yang sekian lama memikat hamba untuk hidup dalam kembara."
"Betulkah aku yang anda cari? Tak malukah anda menikah dengan bunga sederhana sepertiku? Apa yang membuat anda terkagum? Tak banyak yang bisa aku berikan untuk anda."
"Mawar, sudah lama hamba mencari pasangan yang sempurna. Mungkin inilah harapan terakhir. Melihat warnamu yang memerah, hamba terkesima. Jika anda mengizinkan, hamba ingin melamar anda. Mari kita arungi bahtera hidup ini."
"Kalau betul itu yang anda inginkan, baiklah. Tunggu barang satu minggu, setelah itu jenguklah aku kembali."
"Terimakasih mawar. Ternyata hamba tak salah pilih. Seminggu lagi hamba akan kesini." Hamba lantas meninggalkannya sendiri di taman itu. Hamba pergi diiringi senyum yang dramatis. Hati hamba seketika terbang ke langit. Sebentar lagi penantian hamba berakhir, hamba akan mendapatkan pasangan yang sempurna.

Seminggu berlalu, hamba mendatangi taman itu. Langkah kaki bersijingkat dengan sempurna, cepat dan gemulai. Ketika hamba tiba di tempat itu, tiba-tiba hati hamba melepuh, berterbanganlah harapan yang sempat mewarnai relung hati yang basah dengan tinta penantian. Mawar yang akan hamba persunting, yang akan hamba petik ternyata tak lagi berada di tangkainya. Ia telah luruh ke tanah merah, beserakan tak karuan, tak jelas lagi bentuknya. Hamba tak habis mengerti, mengapa semua ini harus terjadi? Warna yang tadinya memerah, kini berubah kecoklat-coklatan, menjadi keriput, tak sesegar seperti minggu kemarin. Hamba menghampirinya, duduk termenung seperti seorang bocah yang merengek meminta mainan yang telah rusak. Dengan terbata-bata hamba berusaha menyusun kata-kata, menuai kalimat-kalimat. Namun mulut hamba teramat kelu, tak bisa lagi dengan sporadis menelurkan deretan huruf.
"Selamat pagi. Masihkah ada keinginan untuk menikah dengan ketidaksempurnaanku? Inilah aku, sang mawar yang sempat membuatmu terkagum. Mengapa wajah anda tercengang dan seolah tak memahami hakikat hidup?"
"Mengapa anda menjadi seperti ini? Apakah gerangan yang salah?"
"Tak ada yang patut disalahkan. Ini adalah siklus kehidupan. Hamba hanya bisa bertabah menghadapi takdir yang membelenggu. Ini jalan yang harus hamba jalani."
"Tapi hamba mencari pasangan yang sempurna, Mawar."
"Jika demikian, aku bukanlah belahan jiwamu."

Hamba beranjak dari tempat itu. Kekecewaan menghantui setiap langkah yang hamba bangun. Air mata menderas. Mawar yang sempat mencengkram jiwa, kini hanya onggokan ketakutan yang tak pernah hamba mimpikan sebelumnya.

"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah [2] : 216)

***

Kini hamba berjalan lagi menyusuri waktu, mencari pasangan yang sempurna. Di tengah perjalanan, hamba melihat merpati yang terbang, menari di udara. Sayap-sayapnya ia sombongkan ke seluruh penjuru alam. Sungguh cantik ia, membuat cemburu para petualang langit lainnya. Lagi-lagi terbersit sebuah keinginan. Keinginan klasik: "Inilah pasangan yang sempurna, semoga hamba bisa mendapatkannya". Merpati itu hinggap di ranting pohonan. Hamba memberanikan diri untuk memulai percakapan.
"Wahai merpati, tadi hamba melihatmu bercengkrama dengan angin. Bulu putihmu yang kudus, menjadikan harapan dalam batin kembali tumbuh."
"Apa yang hendak anda inginkan?"
"Hamba mencari pasangan yang sempurna. Andalah yang hamba cari."
"Betulkah aku yang anda cari?"
"Ya tentu. Hamba ingin anda terbang bersama hamba, membangun sebuah keindahan, mengarungi bahtera kehidupan."
"Jika demikian, silahkan tangkap aku. Apabila anda berhasil menangkap diriku, aku berani menjadi belahan jiwa anda. Aku akan belajar menjadi apa yang anda inginkan."
"Tapi bagaimana mungkin hamba bisa menangkap anda? Anda mempunyai dua sayap yang indah dan memesona, sedangkan hamba hanya manusia yang bisa menerbangkan imajinasi saja, selebihnya hamba adalah pemimpi yang takut dengan kehidupan."
"Segala sesuatu mungkin saja terjadi, asalkan ada maksud yang jelas dan lurus. Lebih baik anda pikirkan kembali niatan anda itu. Betulkah aku pasangan yang anda cari? Maaf, hamba aku bercengkrama dulu dengan angin, sampai jumpa."

Hamba tak bisa berkata banyak, merpati telah terbang bersama angin. Angin, oh...rupanya kekasih sejati merpati adalah angin. Hamba tak mau merusak takdir mereka. Bagaimana kata dunia kalau hamba dengan paksa menikahi sang merpati? Dunia akan mencemooh hamba sebagai manusia paling bodoh yang pernah dilahirkan. Tapi kemanakah lagi hamba harus mencari pasangan jiwa?

***

Itulah kabar hamba dulu. Meniti berbagai penderitaan untuk menyempurnakan segala beban yang melingkar di dasar palung jiwa hamba. Itulah gelagat hamba dulu, seperti seorang pecinta yang berkelana tak jelas arah dan tujuan, menghujani kulit lepuh para bidadari, menjadikan mereka gundah, berenang di atas lautan hampa. Begitu juga hamba. Ya, kabar hamba dulu! Memekik cinta yang bergemuruh, membadai, bercengkrama, meraja, bersengketa, meracau seperti burung kondor yang rindu bangkai-bangkai kematian. Dulu hamba tersesat dalam labirin sunyi tanpa nama. Hamba nyaris seperti mayat yang bergentayangan di siang hari, diperbudak angan-angan, bertubi-tubi mulut hamba memukul angin.

Sampai suatu malam, ketika keheningan mengambang di udara, berderinglah sebuah telepon selular yang teronggok di atas sajadah harapan. Kala itu hamba tidur lelap, mencipta mimpi yang samar. Hamba dibangunkan oleh gemuruh suara ring tone. Anehnya, suara selular itu tidak lagi menggelayutkan melodi seperti biasanya. Suaranya aneh tapi nikmat dan menyejukkan. Kalau tidak salah seperti ini: "Allahuakbar....Allahuakbar...Allahuakbar..."

Kontan saja hamba terhenyak dan sempat kaget. Hamba mencoba memicingkan mata yang berat seperti terbebani satu ton serbuk besi. Di dinding kamar hamba melihat detak jam yang mengarah pada nomor tiga. Masih sepertiga malam. Siapa gerangan yang berani mengusik persemayaman indah ini? Lalu hamba mulai merunut kata-kata.
"Halo, siapa anda? Mengapa membangunkan hamba? Biarkan hamba beristirahat barang sejenak."
Hening, tak ada jawaban. Hamba pikir, ini pasti gelagat orang jahil yang mencoba berimprovisasi. Tapi ketika hamba mau menutup telepon selular, hamba mendengar suara yang menggelegar. Bukan, suara ini bukan dari telepon selular, tapi dari segala penjuru mata angin. Keringat mulai menghujan, ketakutan bersalaman di batin, air mata tak bisa hamba bendung, dan rasa rindu mencengkram hamba dari belakang, rindu yang tak terdefinisi. Mungkinkah
doa-doa hamba yang terdahulu akan terkabul? Siapakah gerangan yang bicara? Setelah bermilyar doa berjejalan di udara, hamba harap secercah cahaya terang itu yang bicara Ya, semoga bukan kepalsuan yang bicara. Suara itu makin keras terdengar.
Suara itu berkata seperti ini, "Betulkah kau mencari pasangan yang sempurna?"
Dengan terbata-bata hamba bilang, "Ya...ya..hamba mencari pasangan yang sempurna. Mampukah anda mengabulkan keinginan hamba yang belum terwujud ini?"
Suara itu kembali berujar, "Berbaringlah, lalu tutuplah matamu. Bukalah ketika suaraku tak terdengar lagi."
Hamba ikuti perintah suara itu. Hamba menutup kedua matanya, dan berbaringlah. Riangnya hati hamba, sebentar lagi hamba akan berjumpa dengan pasangan sempurna. Jodoh hamba akan hadir. Ah, suara itu hening. Hamba mulai memicingkan mata. Hamba lihat di sekeliling. Mengapa yang terlihat hanya gumpalan-gumpalan tanah yang kecoklatan? Mengapa begitu sejuk? Kemudian hamba melihat pakaian hamba. Putih! Semua serba putih. Bukankah ini kain kafan? Alam barzah kah, pikir hamba. Lalu hamba melihat sesosok tubuh datang menghampiri, begitu bercahaya, cantik rupawan.
"Siapa anda?"
"Hamba adalah amalan anda. Hamba tercipta dari anda, pasangan sempurna yang anda ciptakan sendiri. Menikahlah dengan hamba, sambil menunggu semua manusia kembali ke alam sunyi ini."
Begitulah kabar hamba kali ini. Ada lagi yang mau mencari pasangan nan sempurna?

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
" (QS. An Nisaa' [4] : 57)Pencarian Pasangan Sempurna

17 Ciri calon suami yang baik


1. Selalu Bersemangat
Dia selalu bangun bersamaan dengan terbitnya matahari, senantiasa bersemangat untuk menyambut hari baru, terkadang bersenandung (meskipun perlahan) saat mengendalikan laju mobil/motor menuju tempat bekerja? Lelaki yang penuh keriangan di pagi hari dapat diartikan siap menghadapi kesulitan hidup. Dengan berbekal rasa syukur dan semangat hidupnya yang tinggi, segala masalah yang mungkin muncul dalam pernikahan nanti pasti bisa diatasi bersama. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

2. Tak Pelit Untuk Bilang Cinta
Apakah dia selalu mengatakan dan menunjukkan rasa sayang pada Anda setiap hari meski lewat momen kecil? Menurut penelitian, menyatakan rasa sayang secara teratur merupakan hal terpenting yang mendatangkan kepuasan dalam sebuah perkawinan. Jika saat ini Anda memiliki kekasih seperti itu, Anda sudah mendapat pasangan yang baik. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

3. Dapat Diandalkan
Dia akan berusaha menepati janji yang pernah diucapkannya, datang ke pertemuan tepat waktu, memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya dengan senang hati tanpa memperlihatkan rasa keberatan ataupun terpaksa sedikitpun. Apa yang ia katakan akan sama dengan yang dia maksudkan. Persiapkanlah diri Anda menjalani kehidupan yang menyenangkan bersama lelaki ini. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

4. Gemar Bermain
Hidup ini pasti akan terasa lebih menyenangkan jika dilalui bersama lelaki yang tahu bagaimana menghabiskan waktu senggang. Dia tak hanya bisa mencari kegiatan selain nonton televisi, tapi juga bisa meninggalkan ponsel dan laptop saat liburan bersama Anda. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

5. Calon Ayah Yang Baik
Perhatikan, apakah dia punya perhatian besar pada anak-anak? Mau membantu mengasuh anak? Dan menurutnya anak-anak sangat lucu dan menakjubkan? Bahkan dia sudah berpikir menyiapkan tabungan untuk keperluan anaknya nanti? Bila jawaban anda untuk semua pertanyaan di atas adalah IYA, Anda boleh menikahi lelaki ini karena besar kemungkinan Dia adalah calon seorang ayah yang baik. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

6. Punya (Cukup) Selera Humor
Dia senang tertawa bersama Anda (tapi bukan untuk menertawakan Anda). Dia juga tahu bahwa menertawakan orang lain itu tidak lucu. Dia juga tahu bagaimana memandang sisi terang dari sesuatu. Lelaki periang ini baik untuk Anda. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

7. Bertanggung Jawab
Dia menikmati pekerjaannya dan berusaha mengerjakannya dengan baik. Dia siap untuk menjalankan proyek baru, lengkap beserta tantangannya. Dia berbagi semangat kerja dengan Anda dan berusaha mengatasi kejenuhannya. Lelaki seperti ini tak hanya mencari nafkah lho. Dia memang senang bekerja dan bertanggung jawab. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

8. Mau Bekerja Sama
Apakah dia peduli bahwa beban dalam sebuah hubungan harus dibagi adil? Dia juga mau menyingsingkan lengan baju tanpa diminta? Jika dia mau melakukan pekerjaan meski sangat sepele, pasti menyenangkan dapat mendampingi lelaki ini. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

10. Satu Visi
Anda ingin punya apartemen di tengah kota, city car, dan satu anak saja, dia setuju. Atau anda ingin cukup hanya memiliki pondokan sederhana di pinggiran kota dengan suasana pedesaan yang masih alami, dia juga setuju. Artinya dia juga ingin menjalani gaya hidup seperti Anda. Meski ini masalah kesepakatan, apa pun impian Anda, bagilah dengannya. Jika dia punya visi yang sama dengan Anda, jangan ragu untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

11. Take Care Him Self (Mandiri)
Dia tak hanya peduli pada kerapian dan keserasian berpakaian. Namun, dia juga peduli pada kesehatan dengan menjaga makanan, meluangkan waktu berolahraga dan cukup tidur. Kalaupun minum alkohol dan merokok, dia tahu batas. Percaya atau tidak, dia akan berada di sisi Anda untuk waktu lama. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

12. Tidak Segan Meminta Maaf
Dia tidak pernah segan untuk meminta maaf bila telah berbuat salah atau menyakiti perasaan Anda, berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan belajar dari kesalahan itu sehingga hubungan Anda dan dia berkembang baik. Dia juga mengerti bahwa dengan mengatakan ‘maaf’ tidak akan mengurangi kejantanannya. He’s a gentleman, right?. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

13. Tipe Romantis
Lelaki ini memang agak sulit ditemukan. Setidaknya jika dia selalu ingat kapan ulang tahun Anda, senang mengajak Anda berjalan di bawah cahaya bulan, memilih hadiah ulang tahun yang tepat, mengirim SMS ataupun email berisi puisi indah (meski hanya forward), dan membuat Anda bahagia sebagai perempuan. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

14. Tidak Terlalu Menyukai Sesuatu Secara Berlebihan
Seperti halnya Anda sekarang ini. Hanya karena terlalu antusiasnya Anda membaca tulisan ini, Anda bahkan tidak sadar telah melewatkan poin nomer 9. Memang benar tidak ada poin 9. Poin ini hanya ingin mengingatkan kepada anda bahwa bagaimanapun antusiasnya anda mencara pasangan idaman, tetap anda harus memperhatikan sekeliling anda. Mungkin sekarang ini belum saatnya anda bertemu dengan sang pasangan idaman. Tetapi bukan berarti Anda akan melewatkan hal-hal menarik yang ada di sekitar anda bukan? Tetaplah berdoa dan berusaha, karena pilihan ALLAH tetap akan menjadi yang terbaik untuk Anda :)

15. Memiliki Etika
Dalam bersikap, dia tidak tergesa-gesa dan selalu mempertimbangkan perasaan orang lain. Dia berusaha mematuhi hukum yang berlaku dan tidak mencurangi aturan main meski bermain sendiri. Mungkin tidak ada lelaki yang lebih baik dari lelaki etis ini. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

16. Saling Menghormati Privasi
Memiliki kehidupan sendiri membuatnya merasa tidak perlu memiliki Anda setiap saat. Dia akan mengerti dan tak keberatan bila Anda meminta waktu untuk berkumpul dengan teman-teman Anda. Dia juga mengerti untuk meninggalkan ruangan ketika Anda bicara dengan sahabat atau ibu di telepon. Dia juga tidak pernah secara rutin memeriksa handphone anda hanya untuk melihat log panggilan telepon ataupun inbox anda. Dia akan sangat menghormati privasi Anda. Dengan demikian tanpa perlu diminta, hendaknya Anda juga memperlakukan hal yang sama. Mungkin Dia adalah lelaki pilihan untuk anda.

17. Sangat Perhatian
Tipis sekali batasan antara Sangat Perhatian dan Over Protective. Memang tak ada standar kuantitatif yang pasti untuk mengukur seberapa baik dan perhatian seseorang. Namun, jika Anda merasa dicinta dan diperhatikan, saat sedang bersamanya Anda akan merasa luar biasa baik secara fisik ataupun emosional serta adanya rasa damai saat di sisinya, itu menandakan bahwa Anda sudah menemukan orang yang tepat.

Jika memang hingga saat ini Anda belum menemukannya, jangan menyerah. Percayalah, Dia pasti ada di suatu tempat di luar sana, menunggu Anda.

[nb] Poin nomer 0 adalah AGAMA-nya. Kenapa ber-angka 0 (NOL)? Karena poin ini adalah poin tertinggi yang MUTLAK terpenuhi untuk mendapat perhitungan dari poin lain sebagaimana tersebut di atas. Bagaimana Anda bisa yakin semua poin di atas Dia miliki bila anda tidak mengetahui bagaimana AGAMA-nya? Akankah lelaki seperti itu pilihan Anda? Bila anda memang mendambakan pasangan yang terbaik, mulai sekarang benahilah diri terlebih dahulu. Karena ALLAH tidak pernah mengingkari janjinya.

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS. An Nuur [24]:26)


WaLLAHu a'lam bishawab

Coretan Untuk Saudaraku


Wahai saudariku an-nisa',
Engkau hendaklah maklum,
Karena engkaulah hiasan dunia,
Lantaran fitrah itu,
Engkau seringkali menjadi fitnah bagi para lelaki,
Dan memang itu bukan kesalahanmu,
Tetapi itulah hakikat kejadianmu…

Wahai saudaraku ar-rijal,
Aku mengetahui kesepian hati seorang lelaki,
Yang seringkali memimpikan seorang teman di sisi,
Dan tentulah temanmu yang diimpi,
Seorang srikandi…

Wahai saudariku an-nisa',
Aku mengetahui halusnya perasaanmu,
Engkau ingin disayangi,
Ingin dimanjai,
Engkau juga ingin menyayangi,
Juga ingin memanjai…
Dan aku juga tahu,
Saudaraku ar-rijal juga begitu…

Tetapi saudariku an-nisa',
Ketahuilah engkau,
Bercinta itu memang fitrah
Tetapi janganlah engkau menodainya dengan fitnah…
Kalau benar engkau mengasihinya,
Kasihi dia karena Pencipta Fitrah,
Dan jika engkau benar mengasihinya,
Karenanya,
Engkau tak kan bias,
Melunakkan soutul dirimu,
Engkau tidak kan bias,
Melemparkan panahan menggodamu,
Karena engkau tahu,
Itu bisa menggoyahkan iman seorang ar-rijal!

Dan engkau juga mengetahui,
Dia punya 9 akal dan 1 nafsu,
Namun nafsu itu sentiasa beraja,
Dan engkau tidakkan bisa menjadikan sang nafsu itu,
Nafsu seorang raja yang menggila!
Karena engkau tahu saudariku an-nisa'
Dia kan terjerumus ke dalam api yang membara
Andai dia menjadi hamba raja nafsu yang gila…
Adakah benar engkau mengasihinya karenaNya?

Wahai saudaraku ar-rijal,
Andai engkau mencintainya,
Cintailah dia karenaNYA,
Letakkanlah Dia melebihi cintamu kepada dia,
Andai engkau mengasihinya karenaNYA,
Engkau tidakkan bisa,
Mengajaknya berkhalwat di taman sepi,
Karena engkau tahu,
Dia punya 9 nafsu 1 akal,
Tetapi mampukah 1 akal menguasai 9 nafsu?

Andai engkau memang mengasihinya karenaNYa,
Engkau tidakkan bisa menyentuhnya,
Walaupun yang ringan-ringan,
Karena engkau tahu,
Itu sudah MENGHAMPIRI ZINA,
Dan engkau tahu bukan?
Zina tempatnya di api Jahanam yang kekal abadi?
NaudzubiLLAHi min dzalik…
Apakah engkau benar mengasihinya,
Andai kau relakan dia terjun ke NERAKANYA?

Saudariku an-nisa',
Saudaraku ar-rijal,
Aku mengasihimu LILLAH,
Lantaran itu,
Dengarlah sedikit pesan ikhlas ini LILLah,
Manusia mana yang mampu hidup tanpa cinta?
karena itulah Hawa tercipta dari rusuk Adam
Bercinta memang tak salah,
Tetapi letakkan cintamu kepadaNYA yang hakiki,
Dan engkau kan merasa cinta manusia…
Sedikit Cuma…

Andai Dia yang engkau dahului,
Engkau takkan gelisah,

Andai dia tidak mengirim sebarang sms,
Engkau takkan cemas,

Andai suaranya tidak didengar walau teknologi di depan mata,
Engkau takkan rindu

Andai sehari tak bersua,
Engkau tidakkan kecewa andai dia terlupa mengatakan I LOVE U,

Karena engkau percaya…
DIA yang terbaik,

Lantaran DIA yang terbaik,
DIA akan menentukan yang terbaik untukmu,
Dan andai dia yang terbaik untukmu,
DIA akan satukan juga hatimu dengan hatinya…
Dan itulah yang dinamakan PERNIKAHAN.
Dan itulah yang terbaik buat kalian,
Kalau ada jodoh tak kemana…
Yakinlah!
Apakah benar engkau meyakini takdirNYA?

Maafkan aku para saudara dan saudari seimanku,
Bicaraku mungkin penuh ketegasan,
Aku tidak membencimu,
Tetapi aku membenci munkar itu,
Dan karena aku takutkan api jahanam yang bergolak itu,
Aku menegur yang mana mampu,
Karena aku takut,
Andai aku tidak menegurmu,
Kita kan sama-sama terbaring disana, sebagai bahan bakarnya…
Yang terlalu pedih, yang terlalu siksa, yang terlalu AZAB!!!!!!
Nauzubillahi min dzalik…

Sama-samalah teman,
Pagarilah imanmu,
Agar si iman itu tidak terlepas,
Cintailah Dia,
Karena DIAlah penjaga iman kita…
Yakinlah dengan IA…
Serahkan segalanya pada IA…
Karena DIA tahu yang terbaik,
Sedangkan kita tidak…
ALLAHU a'lam bishawab…

Akhirul kalam…
Letakkan si DIA dalam hatimu,

Engkau akan merinduiNYA,
Andai harimu tiada ingatan kepadaNYA,

Engkau akan gelisah,
Andai DIA Tidak mendengar rintihanmu…

Engkau kan rindu,
Andai DIA tidak memandangmu,

Engkau kan tenggelam dalam jutaan andai-andai,
Karena seperti itulah awal tertolaknya doa-doamu…

Dan itulah cinta hakiki…
Karena engkau yakin,
Di sana adanya sebuah,
Pertemuan di taman SYURGA yang indah…

WaLLAHu a'lam bishawab,

isi dari otak kita

Sahabat...
perhahkah berfikir
tentang isi dari otak kita?!

SUBHANALLAH...
SUNGGUH!!!
inilah keajaiban dunia yang Sesungguhnya

Rabb Yang Maha Suci
telah menciptakannya dengan
bentuk yang kecil
namun
ada berbagai jenis warna, sifat warna, bentuk warna
yang tersimpan didalam otak kita

sehingga kita dapat mengetahui semua warna
yang terlihat oleh mata kita

dan ternyata ada yang lebih menarik
yang diciptakan oleh Rabb Yang Maha Suci
yaitu, MATA

pernahkah kita berfikir seandainya
kita lahir dalam keadaan buta atau mungkin buta warna

maka kita tak akan dapat
membedakan jenis warna yang terlihat oleh mata

tentang merahnya mawar, putihnya melati
tentang hijaunya daun, birunya air laut
dan keindahan-keindahan lainnya

keindahan pegunungan, hingga keindahan sunset disore menjelang magrib
keindahan pelangi, hingga keindahan birunya langit-putihnya awan

yang menjadi pertanyaan adalah
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahmaan)"

apa jawaban yang PANTAS
untuk menjawab semua nikmat yang IA berikan pada kita?!

Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia. (Ar Rahmaan 78)

Kamis, 22 April 2010

Doa Seorang Akhwat....


Tuhanku...
Aku berdo'a untuk seorang pria yang
akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu
lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku
pada posisi kedua di hatinya setelah
Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk
dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik
tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang
sungguh mencintai dan dekat dengan
Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu
ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa
dan untuk apa ia hidup sehingga
hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak
tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya
mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku
tetapi juga dapat menasihatiku ketika
aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena
kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat
terbaikku dalam setiap waktu dan
situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa
sebagai seorang wanita ketika aku di
sisinya



Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang
sempurna namun aku meminta seseorang
yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna
di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan
dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku
untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku
untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk
membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat
membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh
mencintaiMu sehingga aku dapat
mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga
kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku
selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku
dapat melihat banyak hal baik dan bukan
hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan
kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta
mendukungnya setiap saat dan tersenyum
untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan
bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena
telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi
sempurna."
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami
bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala
sesuatunya indah pada waktu yang telah
Engkau tentukan

Amin....

Tuhanku...
Aku berdo'a untuk seorang pria yang
akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu
lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku
pada posisi kedua di hatinya setelah
Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk
dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik
tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang
sungguh mencintai dan dekat dengan
Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu
ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa
dan untuk apa ia hidup sehingga
hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak
tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya
mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku
tetapi juga dapat menasihatiku ketika
aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena
kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat
terbaikku dalam setiap waktu dan
situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa
sebagai seorang wanita ketika aku di
sisinya



Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang
sempurna namun aku meminta seseorang
yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna
di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan
dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku
untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku
untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk
membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat
membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh
mencintaiMu sehingga aku dapat
mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga
kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku
selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku
dapat melihat banyak hal baik dan bukan
hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan
kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta
mendukungnya setiap saat dan tersenyum
untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan
bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena
telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi
sempurna."
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami
bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala
sesuatunya indah pada waktu yang telah
Engkau tentukan

Amin....

Doaku untukmu calon suamikq...............


Ya Rabb,
Aku mohon pada-Mu
Karena ku tahu hanya Engkau
Yang paling bisa kupercaya.

Betapa sayangnya Engkau padaku,
Engkau sengaja menunda masa khitbahku
Karena Engkau ingin aku dekat dengan-Mu
Hanya dengan-Mu saja.....

Engkau sengaja menunda hari bahagia itu,
Karena Engkau tahu
Kesendirianku membuat diriku
Akan semakin mengingat-Mu

Terima kasih ya Rabb...
Engkau memang segalanya bagiku
Dan akan selalu begitu,
Sampai tidak ada batas waktu...

Bahkan jika akhirnya hari yang kutunggu itu datang
Aku akan tetap memohon
Semoga Kau jodohkan aku dengan seseorang
Yang membuat aku makin mudah tuk dekat dengan-Mu,
Lebih mudah untuk istiqomah di jalan-Mu,
Lebih banyak kebaikan yang kutebarkan,
Lebih banyak manfaat yang kupersembahkan,
Demi Engkau, ya Rabb....

Aamiin....