Jodoh adalah rahasia Tuhan yg tidak bisa ditebak. Jodoh bisa datang dari mana saja. Ada orang yg mencari jodoh ke negeri tetangga, tapi ia justru datang dari rumah tetangga. Ada yg mencari jodoh teman dari kampus-kampus karena merasa seseorang itu sebagai mahasiswa, tapi ternyata jodohnya ada di samping rumah. Itulah rahasia Tuhan. Dia sudah mentakdirkan makhlukNya berpasang-pasangan. Seperti kisah yang saya tuturkan berikut.
Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu?
Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir, ’ ya manusiawi lah ’katanya ).
Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan.
Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran karena proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Tapi dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami.
Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri,padahal baru sekali. Apalagi dia termasuk sosok wanita yg kuat ibadahnya. Dia juga bukan tipe orang yg suka berpacaran. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.
Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya... Asli.
Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya).
Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That's all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Saya mengambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua.
Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.
"Aku gak bisa tidur." Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.
"Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur."
"Iya.. ya." Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.
"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya.Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.
Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. ”Apaan sih...?” Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.
"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.
"Busyet dah nih orang." Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.
Kepada YTH
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya
Di tempat
Assalamu'alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama ...... menginginkan anda ......untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan disebuah perusahaan X.
Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak.
Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.
Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan sedikit kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja.
Oleh karena itu, Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.
Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda ? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.
Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.
Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D.
Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
"Kenapa kamu memilih dia...?"
"Karena dia manusia biasa." Dia menjawab mantap. "Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya, yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku."
"Maksudnya?"
"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan ? Paling gak aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel”.
"Ssttt." Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga.Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing.
"Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama." Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.
"Gik..."
"Tidur. Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.
Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu.
Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak.
Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan 'nama'. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.
Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah.
Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap hamba-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan.
Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.
Lalu, bagaimana dengan cinta ?
Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.
Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.
Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo),
kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa).
Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.
Kamis, 13 Mei 2010
Rahasia Wanita Paling Bahagia

Keindahan yang sebenarnya adalah keindahan Akhlak
Kelelokan yang sebenarnya adalah keelokan budi
dan kecemerlangan yang sebenarnya adalah kecemerlangan akal
Selamat datang....
Wahai wanita yang senantiasa mengerjakan shalat,
suka berpuasa, tekun beribadah dan khusyu'
Selamat datang....
Wahai wanita yang senantiasa menutup aurat,
berpenampilan anggun, santun,
danmenjaga kehormatan
Selamat datang....
Wahai wanita yang setia, amanah,
jujur, dan suka bersedekah
Selamat datang....
Wahai wanita yang sabar, tabah, suka bertaubat,
dan kembali kepada Allah
Selamat datang....
Wahai wanita yang suka berdzikir, pandai
bersyukur, dan rajin berdo'a
Selamat datang....
Wahai wanita yang mau mengikuti jejak
Asiyah, Maryam, dan Khadijah
Selamat datang....
Wahai wanita yang mendidik para pahlawan
dan melahirkan para pemimpin
Selamat datang....
Wahai wanita yang pandai menjaga nilai-nilai
keluhuran dan menerima norma-norma yang agung
Selamat datang....
Wahai wanita yang suka cemburu terhadap
orang-orang yang diharamkan dan jauh
dari perbuatan-perbuatan yang haram
Kamis, 06 Mei 2010
JaDIkAnKu SeInDah WaNiTa SoLeHaH...
indahnya kalammu wanita solehah yang berjuang disisi mujahid soleh.....“Seindah perhiasan dunia adalah wanita yang sholehah,”
Kumulakan warkah ini dengan bait indah yang ditinggalkan Rasulullah saw kepada seisi alam. Wanita solehah! Idaman semua muslimin di alam maya ini..
Alhamdulillah, itulah anjuran Islam yang kita cintai, pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga baitul muslim yang bakal dibina tika sampai saat itu, insyaAllah.
”Dinikahi seorang wanita itu kerana empat perkara hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah hal keagamaannya, maka beruntunglah kedua-dua tanganmu..”
Wanita solehah idaman mujahid soleh yang malunya menjadi perisai dirinya yang zikirnya menjadi penawar dirinya tak gentar di acah mehnah duniawi kerana dia rindukan wangian syurgawi dia berpegang pada janji yang terpatri di lubuk hati....
Telah dinukilkan panduan sepanjang zaman, itulah lirikan utama buatmu memilih calon isteri. Tiap baris itu telah menjadi hafalanku sejak aku mengenali dunia baligh ini.
Jika harta yang kau idamkan, ketahuilah diriku tidak punya apa-apa harta di dunia ini melainkan ilmu agama yang telah dititipkan buatku oleh umi dan abah. Tiada harta untuk kupersembahkan...hanya ketenangan yang mampu aku sediakan buatmu kerana aku pernah terbaca kata-kata ...
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang.¨ (lah-Rum: 21)
Jika keturunan yang mulia itu yang kau dambakan, ketahuilah jua aku di bawah pengawasan Allah sebagai penjaga mutlak diriku. Aku adalah keturunan mulia, ayahanda Nabi Adam as dan bonda Hawa as, sama seperti mu.
”... maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengasihi orang yang bertawakal kepadaNya. Jika Allah menolong kamu maka, tiada seseorangpun yang boleh menghalang kamu, dan jika ia mengecewakan kamu, maka siapakah yang dapat menolong kamu sesudah Allah (menetapkan demikian) ? dan ingatlah kepada Allah jualah hendaknya orang yang beriman itu berserah diri...” (Ali Imran : 159-160)
Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahawa kau juga tidak terlepas seperti insan yang lain. Ketahuilah, jika kecantikan itu yang kau inginkan daripada diriku, kau telah tersalah langkah. Tiada kecantikan yang tidak terbanding untuk kupertontonkan padamu. Telah aku hijabkan kecantikan diriku ini dengan amalan ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Kau hanya membuang masa jika kau menginginkan kecantikan lahiriah semata-mata.
Aku memerlukan engkau untuk bersama-samaku menegakkan dakwah islamiyyah ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk membangunkan sebuah markas dakwah dan tarbiyyah ke arah jihad hambaNya kepada Penciptanya yang agung. Pendirianku...pernikahanku akan ku jadikan medan pencarian ilmu agama sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu agama, tetapi berbekalkan ilmu agama yang telah dibekalkan ini. Aku ingin menjadi isteri yang sentiasa mendapat keredhaan Allah dan suamiku untuk memudahkan aku membentuk usrah muslim antara aku, suamiku dan anak-anak untuk dibaiahkan dengan ketaatan kepada Allah Yang Maha Esa. Aku bercita-cita bergelar pendamping solehah, seperti mana yang dijanjikan Rasul,
" Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada lelaki yang bangun di tengah malam lalu dia sembahyang dan membangunkan isterinya, maka sekiranya enggan juga bangun untuk bersembahyang, dia merenjiskan air ke mukanya. Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada wanita yang bangun di tengah malam lalu bersembahyang dan membangunkan suaminya. Maka jika dia enggan, dia merenjiskan air kemukanya." (Riwayat Abu Daud dengan Isnad yang sahih)
Renungilah FirmanNya ini, lalu kau akan tahu hakikat diriku dan dirimu dipertemukan oleh Allah atas namanya pertemuan.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisaa’ : 1)
" Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan kerana mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian
dari harta mereka".(An-Nissa':34)
Membenarkan seperti apa yang telah Dia katakan dalam QalamNya yang mulia. Aku meyakini bahawa engkau adalah pemimpin untukku. Jadikanlah suatu pernikahan itu sebagai asas pembangunan iman dan bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan ikatan pernikahan sebagai tunjang nafsu semata-mata. Moga diriku dan dirimu sentiasa didampingi kerahmatan dan keredhaanNya. Lakukanlah tanggungjawabmu itu dengan syura kesabaran, qanaah ketabahan moga kita akan menjadi salah satu daripada jemaah saf menuju ke syurga insyaAllah.
Aku tidak menginginkan hantaran bersusun, mas kahwin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai erti kita dipertemukan oleh Allah atas dasar agama. Cukuplah seandainya, maharku sebuah Qalam Mulia, Al-Quran, kerana aku meyakini Qalam itu mampu memimpin rumahtanggaku dalam meraih keredhaanNya bukan kekayaan dunia yang bersifat sementara. Bantulah aku dalam menjayakan agama Allah, kerana ia adalah laluan untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku, insyaAllah. Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada kekayaan duniawi yang kau sediakan.
"Tidak lagi wujud keborosan dan kebakhilan kerana semuanya berada di dalam udara Qana'ah (berpuas hati dengan apa yang ada), redha dan yakin bahawa dunia ini bukanlah negara Janatunna'im. Lihatlah rumahtangga Rasulullah s.a.w kadang-kadang berlalu sebulan demi sebulan, pernah dapurnya tidak berasap kerana tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak. Walaupun demikian susahnya, rumahtangga Rasulullah s.a.w tetap menjadi rumahtangga yang paling bahagia yang tidak ada tolok bandingnya hingga ke hari ini.
~~Ya Allah, gembirakan kami dengan redhaMu ~~
Kumulakan warkah ini dengan bait indah yang ditinggalkan Rasulullah saw kepada seisi alam. Wanita solehah! Idaman semua muslimin di alam maya ini..
Alhamdulillah, itulah anjuran Islam yang kita cintai, pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga baitul muslim yang bakal dibina tika sampai saat itu, insyaAllah.
”Dinikahi seorang wanita itu kerana empat perkara hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah hal keagamaannya, maka beruntunglah kedua-dua tanganmu..”
Wanita solehah idaman mujahid soleh yang malunya menjadi perisai dirinya yang zikirnya menjadi penawar dirinya tak gentar di acah mehnah duniawi kerana dia rindukan wangian syurgawi dia berpegang pada janji yang terpatri di lubuk hati....
Telah dinukilkan panduan sepanjang zaman, itulah lirikan utama buatmu memilih calon isteri. Tiap baris itu telah menjadi hafalanku sejak aku mengenali dunia baligh ini.
Jika harta yang kau idamkan, ketahuilah diriku tidak punya apa-apa harta di dunia ini melainkan ilmu agama yang telah dititipkan buatku oleh umi dan abah. Tiada harta untuk kupersembahkan...hanya ketenangan yang mampu aku sediakan buatmu kerana aku pernah terbaca kata-kata ...
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang.¨ (lah-Rum: 21)
Jika keturunan yang mulia itu yang kau dambakan, ketahuilah jua aku di bawah pengawasan Allah sebagai penjaga mutlak diriku. Aku adalah keturunan mulia, ayahanda Nabi Adam as dan bonda Hawa as, sama seperti mu.
”... maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengasihi orang yang bertawakal kepadaNya. Jika Allah menolong kamu maka, tiada seseorangpun yang boleh menghalang kamu, dan jika ia mengecewakan kamu, maka siapakah yang dapat menolong kamu sesudah Allah (menetapkan demikian) ? dan ingatlah kepada Allah jualah hendaknya orang yang beriman itu berserah diri...” (Ali Imran : 159-160)
Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahawa kau juga tidak terlepas seperti insan yang lain. Ketahuilah, jika kecantikan itu yang kau inginkan daripada diriku, kau telah tersalah langkah. Tiada kecantikan yang tidak terbanding untuk kupertontonkan padamu. Telah aku hijabkan kecantikan diriku ini dengan amalan ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Kau hanya membuang masa jika kau menginginkan kecantikan lahiriah semata-mata.
Aku memerlukan engkau untuk bersama-samaku menegakkan dakwah islamiyyah ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk membangunkan sebuah markas dakwah dan tarbiyyah ke arah jihad hambaNya kepada Penciptanya yang agung. Pendirianku...pernikahanku akan ku jadikan medan pencarian ilmu agama sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu agama, tetapi berbekalkan ilmu agama yang telah dibekalkan ini. Aku ingin menjadi isteri yang sentiasa mendapat keredhaan Allah dan suamiku untuk memudahkan aku membentuk usrah muslim antara aku, suamiku dan anak-anak untuk dibaiahkan dengan ketaatan kepada Allah Yang Maha Esa. Aku bercita-cita bergelar pendamping solehah, seperti mana yang dijanjikan Rasul,
" Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada lelaki yang bangun di tengah malam lalu dia sembahyang dan membangunkan isterinya, maka sekiranya enggan juga bangun untuk bersembahyang, dia merenjiskan air ke mukanya. Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada wanita yang bangun di tengah malam lalu bersembahyang dan membangunkan suaminya. Maka jika dia enggan, dia merenjiskan air kemukanya." (Riwayat Abu Daud dengan Isnad yang sahih)
Renungilah FirmanNya ini, lalu kau akan tahu hakikat diriku dan dirimu dipertemukan oleh Allah atas namanya pertemuan.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisaa’ : 1)
" Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan kerana mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian
dari harta mereka".(An-Nissa':34)
Membenarkan seperti apa yang telah Dia katakan dalam QalamNya yang mulia. Aku meyakini bahawa engkau adalah pemimpin untukku. Jadikanlah suatu pernikahan itu sebagai asas pembangunan iman dan bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan ikatan pernikahan sebagai tunjang nafsu semata-mata. Moga diriku dan dirimu sentiasa didampingi kerahmatan dan keredhaanNya. Lakukanlah tanggungjawabmu itu dengan syura kesabaran, qanaah ketabahan moga kita akan menjadi salah satu daripada jemaah saf menuju ke syurga insyaAllah.
Aku tidak menginginkan hantaran bersusun, mas kahwin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai erti kita dipertemukan oleh Allah atas dasar agama. Cukuplah seandainya, maharku sebuah Qalam Mulia, Al-Quran, kerana aku meyakini Qalam itu mampu memimpin rumahtanggaku dalam meraih keredhaanNya bukan kekayaan dunia yang bersifat sementara. Bantulah aku dalam menjayakan agama Allah, kerana ia adalah laluan untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku, insyaAllah. Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada kekayaan duniawi yang kau sediakan.
"Tidak lagi wujud keborosan dan kebakhilan kerana semuanya berada di dalam udara Qana'ah (berpuas hati dengan apa yang ada), redha dan yakin bahawa dunia ini bukanlah negara Janatunna'im. Lihatlah rumahtangga Rasulullah s.a.w kadang-kadang berlalu sebulan demi sebulan, pernah dapurnya tidak berasap kerana tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak. Walaupun demikian susahnya, rumahtangga Rasulullah s.a.w tetap menjadi rumahtangga yang paling bahagia yang tidak ada tolok bandingnya hingga ke hari ini.
~~Ya Allah, gembirakan kami dengan redhaMu ~~
BuAt Yg BerNaMa WANITA..
"Ketika diciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan."
"Diberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya."
"Diberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh."
"Diberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."
"Diberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya."
"Diberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kekadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu-ragu."
"Dan akhirnya, diberikannya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan ketika ia diperlukan."
"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada."
kerana..... setiap wanita itu sememangnya dijadikan cantik...
"Diberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya."
"Diberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh."
"Diberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."
"Diberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya."
"Diberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kekadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu-ragu."
"Dan akhirnya, diberikannya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan ketika ia diperlukan."
"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada."
kerana..... setiap wanita itu sememangnya dijadikan cantik...
Mujahid IdAmanKu...
Lelaki idamanku adalah seorang lelaki yang beriman
Yang hatiny disaluti rasa takqwa kepada Allah
Yang jiwany penuh penghayatan terhadap Islam
Yang sentiasa haus dengan ilmu
Yang sentiasa dahaga akan pahala
Yang solatny adalah maruah diriny
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah
Lelaki idamanku adalah lelaki yang menjaga tuturkatany
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikiny
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicariny
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatny yang penyayang
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang
Lelaki idamanku adalah lelaki yang menghormati ibuny
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan
Kerana dunia baginy adalah rumah sementara menuju akhirat
Lelaki idamanku sentiasa bersedia untuk menjadi imam
Yang hidup dibawah naungan Al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara
Yang menjaga matany dari berbelanja
Yang sujud penuh kesyukuran dengan rahmat Allah keatasny
Lelaki idamanku tidak pernah membazirkan masa
Matanya kepenatan kerana penat membaca
Suarany lesu kerana penat mengaji dan berzikir
Tidurny lena dengan cahaya keimanan
Bangunny subuh penuh kecergasan
Kerana sehari lagi usiany bertambah penuh kematangan
Lelaki idamanku sentiasa mengingati mati
Yang baginy hidup di dunia adalah ladang akhirat
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga
Agar berputik tunas yang bakal menjadi baka yang baik
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian
Lelaki idamanku adalah lelaki
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia
Kerana dia mengimpikan syurga
Di situlah rumah idamanny
Dan dia ingin membawaku bersama
Dialah lelaki idamanku...
Yang hatiny disaluti rasa takqwa kepada Allah
Yang jiwany penuh penghayatan terhadap Islam
Yang sentiasa haus dengan ilmu
Yang sentiasa dahaga akan pahala
Yang solatny adalah maruah diriny
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah
Lelaki idamanku adalah lelaki yang menjaga tuturkatany
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikiny
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicariny
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatny yang penyayang
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang
Lelaki idamanku adalah lelaki yang menghormati ibuny
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan
Kerana dunia baginy adalah rumah sementara menuju akhirat
Lelaki idamanku sentiasa bersedia untuk menjadi imam
Yang hidup dibawah naungan Al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara
Yang menjaga matany dari berbelanja
Yang sujud penuh kesyukuran dengan rahmat Allah keatasny
Lelaki idamanku tidak pernah membazirkan masa
Matanya kepenatan kerana penat membaca
Suarany lesu kerana penat mengaji dan berzikir
Tidurny lena dengan cahaya keimanan
Bangunny subuh penuh kecergasan
Kerana sehari lagi usiany bertambah penuh kematangan
Lelaki idamanku sentiasa mengingati mati
Yang baginy hidup di dunia adalah ladang akhirat
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga
Agar berputik tunas yang bakal menjadi baka yang baik
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian
Lelaki idamanku adalah lelaki
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia
Kerana dia mengimpikan syurga
Di situlah rumah idamanny
Dan dia ingin membawaku bersama
Dialah lelaki idamanku...
Menyeleksi Calon Suami
Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasalam,
dalam sebuah hadits secara tegas memberikan ultimatum kepada ummatnya: "Barang siapa telah mempunyai kemampuan menikah kemudian ia tidak menikah maka ia bukan termasuk umatku" (H.R. Thabrani dan Baihaqi).
firman Allah dalam Alquran bahwa wanita yang keji, adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik. "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik...." (QS An-Nuur: 26).
Bila dalam diri seorang muslimah memiliki keinginan untuk mendapatkan seorang suami yang sholih, maka harus diupayakan agar dirinya senidri menjadi sholihah terlebih dahulu. artinya, si wanita harus menjadi wanita yg sholih dulu, baru Allah akan mengirim laki laki yg sholih juga, .....................
Untuk menjadikan diri seorang muslimah sholihah, maka bekalilah diri dengan ilmu-ilmu agama, hiasilah dengan akhlaq islami, tujuan nya bukan hanya semata untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridhoNya. sedang pernikahan adalah sebagai salah satu sarana untuk beribadah ..................
kriteria dalam memilih atau menyeleksi calon suami
* Utamakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama yang baik
* rajin sholat fardhu berjamaah di masjid
* konsisten& semangat dalam menjalankan syariat Islam
* akhlaq & kepribadiannya terpuji, artinya dia tdk akan memacari wanita karena tahu pacaran tuh haram, dia akan jaga jarak dgn wanita bukan mahrom, dia akan mencari wanita yg sholih dan lngsng ta'aruf buat nikah tanpa proses pacaran........dia akan menjaga wanita dari perzinahan....
* laki laki yg sholih, teman temannya juga sholih.............
Catatan : Seorang laki-laki yang sholih akan membawa kehidupan seorang wanita menjadi lebih baik, baik di dunia maupun kelak di akhirat.
• Langkah-langkah yang ditempuh dalam kaitannya untuk memilih calon
1. Menentukan kriteria calon pendamping (suami ). Diutamakan lelaki yang baik agamanya.
2. Perlu dilihat keadaan orang tua dan keluarga , Kadang ketidak siapan orang tua dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu kendala tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses pernikahan. Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari diri muslimah itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan, belum dapat bertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga pengaruh dari lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana) tetapi sudah akan menikah. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan menjadi lancar.
3. Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang dipercaya Kesiapan seorang muslimah dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah-langkah menuju proses selanjutnya.
4. Taaruf (Berkenalan) , Proses taaruf sebaiknya dilakukan dengan cara Islami. Dalam Islam proses taaruf tidak sama dengan istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan kondisi dua insan berlainan jenis yang khalwat atau berduaan. Yang mana dapat membuka peluang terjadinya saling pandang atau bahkan saling sentuh, yang sudah jelas semuanya tidak diatur dalam Islam. Allah SWT berfirman "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" QS 17:32).
Rasulullah SAW bersabda : "Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).
Bila kita menginginkan pernikahan kita terbingkai dalam ajaran Islami, maka semua proses , seperti mulai dari mencari pasangan haruslah diupayakan dengan cara yang ihsan & islami……………
5. Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait , Bila setelah proses taaruf terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka selanjutnya dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak-pihak yang terkait.
6. Istikhoroh , Daya nalar manusia dalam menilai sesuatu dapat salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa bersandar pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk dari Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan penghidupannya, Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka akan dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.
7. Khitbah , Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah. Yaitu penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan keluarga fihak wanita. Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh seorang lelaki, maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang lain. Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Janganlah kamu mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang mengkhitbah itu meninggalkannya atau memberinya izin "
(HR. Muttafaq alaihi).
dalam sebuah hadits secara tegas memberikan ultimatum kepada ummatnya: "Barang siapa telah mempunyai kemampuan menikah kemudian ia tidak menikah maka ia bukan termasuk umatku" (H.R. Thabrani dan Baihaqi).
firman Allah dalam Alquran bahwa wanita yang keji, adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik. "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik...." (QS An-Nuur: 26).
Bila dalam diri seorang muslimah memiliki keinginan untuk mendapatkan seorang suami yang sholih, maka harus diupayakan agar dirinya senidri menjadi sholihah terlebih dahulu. artinya, si wanita harus menjadi wanita yg sholih dulu, baru Allah akan mengirim laki laki yg sholih juga, .....................
Untuk menjadikan diri seorang muslimah sholihah, maka bekalilah diri dengan ilmu-ilmu agama, hiasilah dengan akhlaq islami, tujuan nya bukan hanya semata untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridhoNya. sedang pernikahan adalah sebagai salah satu sarana untuk beribadah ..................
kriteria dalam memilih atau menyeleksi calon suami
* Utamakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama yang baik
* rajin sholat fardhu berjamaah di masjid
* konsisten& semangat dalam menjalankan syariat Islam
* akhlaq & kepribadiannya terpuji, artinya dia tdk akan memacari wanita karena tahu pacaran tuh haram, dia akan jaga jarak dgn wanita bukan mahrom, dia akan mencari wanita yg sholih dan lngsng ta'aruf buat nikah tanpa proses pacaran........dia akan menjaga wanita dari perzinahan....
* laki laki yg sholih, teman temannya juga sholih.............
Catatan : Seorang laki-laki yang sholih akan membawa kehidupan seorang wanita menjadi lebih baik, baik di dunia maupun kelak di akhirat.
• Langkah-langkah yang ditempuh dalam kaitannya untuk memilih calon
1. Menentukan kriteria calon pendamping (suami ). Diutamakan lelaki yang baik agamanya.
2. Perlu dilihat keadaan orang tua dan keluarga , Kadang ketidak siapan orang tua dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu kendala tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses pernikahan. Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari diri muslimah itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan, belum dapat bertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga pengaruh dari lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana) tetapi sudah akan menikah. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan menjadi lancar.
3. Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang dipercaya Kesiapan seorang muslimah dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah-langkah menuju proses selanjutnya.
4. Taaruf (Berkenalan) , Proses taaruf sebaiknya dilakukan dengan cara Islami. Dalam Islam proses taaruf tidak sama dengan istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan kondisi dua insan berlainan jenis yang khalwat atau berduaan. Yang mana dapat membuka peluang terjadinya saling pandang atau bahkan saling sentuh, yang sudah jelas semuanya tidak diatur dalam Islam. Allah SWT berfirman "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" QS 17:32).
Rasulullah SAW bersabda : "Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).
Bila kita menginginkan pernikahan kita terbingkai dalam ajaran Islami, maka semua proses , seperti mulai dari mencari pasangan haruslah diupayakan dengan cara yang ihsan & islami……………
5. Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait , Bila setelah proses taaruf terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka selanjutnya dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak-pihak yang terkait.
6. Istikhoroh , Daya nalar manusia dalam menilai sesuatu dapat salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa bersandar pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk dari Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan penghidupannya, Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka akan dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.
7. Khitbah , Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah. Yaitu penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan keluarga fihak wanita. Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh seorang lelaki, maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang lain. Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Janganlah kamu mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang mengkhitbah itu meninggalkannya atau memberinya izin "
(HR. Muttafaq alaihi).
BUKAN SEKADAR WANITA
Umar al-Khattab pernah berkata:
“Aku impikan rumah ini dipenuhi dengan ‘rijal-rijal’ seperti Muaz b. Jabal, Abu Ubaidah Al-Jarrah, Salim hamba Huzaifah untuk aku gunakan mereka untuk menegakkan kalimah Allah”
Kata-kata hebat yang lahir dari insan yang hebat. Mengimpikan ‘rijal’ lebih dari perhiasan duniawi. Fikrahnya sangat jelas, menyeru kepada pembentukan ‘rijal’ dakwah yang mantap untuk menegakkan panji-panji Islam. Dengan itu, akan tertegaklah kalimah Allah di muka bumi ini.
Bagaimana untuk menghasilkan ‘rijal’ dakwah yang mantap ini? Tentulah memerlukan satu proses tarbiyah yang benar-benar mantap. Merangkumi segala aspek. Ruhi, jasmani, akal, aqidah, akhlaq, dan amalnya. Ia adalah proses untuk membentuk manusia, bukanlah semudah menguli tepung. Ia merupakan satu proses yang memerlukan kesungguhan dan pengorbanan. Ia juga memerlukan kesabaran yang sangat tinggi.
Bukan calang-calang orang boleh melakukan ini. Tetapi cuba bayangkan seandainya impian ini jadi kenyataan suatu hari nanti. Nescaya dunia ini akan makmur di bawah naungan Islam. Tentu kita akan rasa sangat gembira. Kerana di situ ada hasil titik peluh kita.
Tangan Yang Lembut Itu
Siapa sangka tangan lembut seorang wanita mampu menggoncang dunia? Siapa sangka wanita yang disangka lemah mampu merubah masyarakat? Siapa kata wanita tidak boleh berdakwah?
Di sinilah hebatnya wanita. Memiliki keistimewaan tersendiri. Dari manakah lahirnya seorang ‘rijal’ kalau bukan dari rahim seorang wanita. Mungkin kadangkala terselit rasa lemah dan rendah diri kerana wanita tidak berpeluang berjuang di medan jihad seperti orang lelaki. Tetapi betapa bertuahnya seorang wanita. Seorang wanita yang luarannya lemah lembut mampu untuk mengandung, melahirkan, membesarkan, mengasuh dan mendidik seorang ‘rijal’. Bukankah itu satu kemuliaan yang Allah kurniakan hanya buat wanita.
Bukan sekadar itu. Wanita juga dimuliakan dengan suaminya. Tetapi bagaimana? Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwasanya Ibnu ‘Abbas berkata:
“Sesungguhnya seorang perempuan telah datang kepada Rasulullah, lalu ia berkata:
‘Wahai Rasulullah, saya ini utusan dari kaum perempuan untuk menemuimu. Jihad ini diwajibkan Allah kepada kaum laki-laki. Jika mereka menang, mereka mendapat pahala, dan jika mereka terbunuh, mereka tetap hidup di sisi Tuhan mereka, dan mendapat ganjaran. Sedangkan kami kaum perempuan hanya membantu mereka. Maka, apa bahagian kami dalam hal in?’ Rasulullah Saw menjawab, ‘Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu temui, bahwa taat kepada suami dan mengakui hak-haknya adalah sama dengan itu (jihad di jalan Allah)’.”
(Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq)
Wanita Juga ‘Rijal’
Jika anda wanita, anda juga boleh menjadi rijal. Sejarah telah membuktikan bagaimana peranan Khadijah di sisi Rasulullah. Beliaulah suara pertama dari kaum wanita dalam menguatkan dakwah dan risalah Muhammad saw. Ketika baginda Rasulullah baru menerima wahyu, beliau menguatkan Rasulullah dengan kata-katanya:
“Demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakan engkau sama sekali. Sesungguhnya engkau menghubungkan silaturrahim, menghubungkan keluarga dan mengangkat beban berat, memberi kepada orang yang memerlukan, menerima dan menghormati tetamu, serta menolong orang-orang yang susah”
Wanita pertama sebagai syuhada adalah Ummu Amr bin Yasir yang bernama Sumayyah. Beliau dan suaminya disiksa, agar mereka keluar dari agama Islam. Tetapi mereka tetap bertahan dan sabar, sehingga dia mati syahid bersama suaminya.
Besarnya peranan seorang wanita ketika hijrah Rasulullah, Asma’ bintu Abu Bakr. Dalam keadaan beliau sedang sarat mengandung, merentas padang pasir menghantar makanan buat baginda ar-Rasul. Menahan perit tamparan Abu Jahal, demi mempertahankan agama Allah. Beliau juga merupakan ibu kepada seorang ‘rijal’ yang berjaya melakar nama dalam sejarah Islam, ‘Abdullah Ibnu Zubair.
Jadilah Wanita ‘Rijal’
Seandainya seorang wanita itu mengangkat dirinya dengan Islam, beramal untuk Islam, dia boleh menjadi aset yang sangat penting dalam usaha mengembalikan khilafah di bumi Allah ini. Namun jika wanita itu merendahkan dirinya dengan melakukan kerosakan di bumi ini, dia boleh menjadi punca jatuhnya ummat tersebut.
‘Rijal’ atau tidak seorang wanita itu bergantung pada dirinya sendiri. Samada dia mahu menjadi seorang wanita ‘rijal’ atau sebaliknya. Namun, ia bukanlah satu perkara yang mudah. Memerlukan persiapan yang rapi serta tarbiyah yang teliti.
Oleh itu, marilah kita sama-sama mempersiapkan diri kita untuk menjadi seorang isteri, ibu, serta wanita yang berhati ‘rijal’ sodiq (benar). Jadilah bukan sekadar wanita…
“Aku impikan rumah ini dipenuhi dengan ‘rijal-rijal’ seperti Muaz b. Jabal, Abu Ubaidah Al-Jarrah, Salim hamba Huzaifah untuk aku gunakan mereka untuk menegakkan kalimah Allah”
Kata-kata hebat yang lahir dari insan yang hebat. Mengimpikan ‘rijal’ lebih dari perhiasan duniawi. Fikrahnya sangat jelas, menyeru kepada pembentukan ‘rijal’ dakwah yang mantap untuk menegakkan panji-panji Islam. Dengan itu, akan tertegaklah kalimah Allah di muka bumi ini.
Bagaimana untuk menghasilkan ‘rijal’ dakwah yang mantap ini? Tentulah memerlukan satu proses tarbiyah yang benar-benar mantap. Merangkumi segala aspek. Ruhi, jasmani, akal, aqidah, akhlaq, dan amalnya. Ia adalah proses untuk membentuk manusia, bukanlah semudah menguli tepung. Ia merupakan satu proses yang memerlukan kesungguhan dan pengorbanan. Ia juga memerlukan kesabaran yang sangat tinggi.
Bukan calang-calang orang boleh melakukan ini. Tetapi cuba bayangkan seandainya impian ini jadi kenyataan suatu hari nanti. Nescaya dunia ini akan makmur di bawah naungan Islam. Tentu kita akan rasa sangat gembira. Kerana di situ ada hasil titik peluh kita.
Tangan Yang Lembut Itu
Siapa sangka tangan lembut seorang wanita mampu menggoncang dunia? Siapa sangka wanita yang disangka lemah mampu merubah masyarakat? Siapa kata wanita tidak boleh berdakwah?
Di sinilah hebatnya wanita. Memiliki keistimewaan tersendiri. Dari manakah lahirnya seorang ‘rijal’ kalau bukan dari rahim seorang wanita. Mungkin kadangkala terselit rasa lemah dan rendah diri kerana wanita tidak berpeluang berjuang di medan jihad seperti orang lelaki. Tetapi betapa bertuahnya seorang wanita. Seorang wanita yang luarannya lemah lembut mampu untuk mengandung, melahirkan, membesarkan, mengasuh dan mendidik seorang ‘rijal’. Bukankah itu satu kemuliaan yang Allah kurniakan hanya buat wanita.
Bukan sekadar itu. Wanita juga dimuliakan dengan suaminya. Tetapi bagaimana? Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwasanya Ibnu ‘Abbas berkata:
“Sesungguhnya seorang perempuan telah datang kepada Rasulullah, lalu ia berkata:
‘Wahai Rasulullah, saya ini utusan dari kaum perempuan untuk menemuimu. Jihad ini diwajibkan Allah kepada kaum laki-laki. Jika mereka menang, mereka mendapat pahala, dan jika mereka terbunuh, mereka tetap hidup di sisi Tuhan mereka, dan mendapat ganjaran. Sedangkan kami kaum perempuan hanya membantu mereka. Maka, apa bahagian kami dalam hal in?’ Rasulullah Saw menjawab, ‘Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu temui, bahwa taat kepada suami dan mengakui hak-haknya adalah sama dengan itu (jihad di jalan Allah)’.”
(Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq)
Wanita Juga ‘Rijal’
Jika anda wanita, anda juga boleh menjadi rijal. Sejarah telah membuktikan bagaimana peranan Khadijah di sisi Rasulullah. Beliaulah suara pertama dari kaum wanita dalam menguatkan dakwah dan risalah Muhammad saw. Ketika baginda Rasulullah baru menerima wahyu, beliau menguatkan Rasulullah dengan kata-katanya:
“Demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakan engkau sama sekali. Sesungguhnya engkau menghubungkan silaturrahim, menghubungkan keluarga dan mengangkat beban berat, memberi kepada orang yang memerlukan, menerima dan menghormati tetamu, serta menolong orang-orang yang susah”
Wanita pertama sebagai syuhada adalah Ummu Amr bin Yasir yang bernama Sumayyah. Beliau dan suaminya disiksa, agar mereka keluar dari agama Islam. Tetapi mereka tetap bertahan dan sabar, sehingga dia mati syahid bersama suaminya.
Besarnya peranan seorang wanita ketika hijrah Rasulullah, Asma’ bintu Abu Bakr. Dalam keadaan beliau sedang sarat mengandung, merentas padang pasir menghantar makanan buat baginda ar-Rasul. Menahan perit tamparan Abu Jahal, demi mempertahankan agama Allah. Beliau juga merupakan ibu kepada seorang ‘rijal’ yang berjaya melakar nama dalam sejarah Islam, ‘Abdullah Ibnu Zubair.
Jadilah Wanita ‘Rijal’
Seandainya seorang wanita itu mengangkat dirinya dengan Islam, beramal untuk Islam, dia boleh menjadi aset yang sangat penting dalam usaha mengembalikan khilafah di bumi Allah ini. Namun jika wanita itu merendahkan dirinya dengan melakukan kerosakan di bumi ini, dia boleh menjadi punca jatuhnya ummat tersebut.
‘Rijal’ atau tidak seorang wanita itu bergantung pada dirinya sendiri. Samada dia mahu menjadi seorang wanita ‘rijal’ atau sebaliknya. Namun, ia bukanlah satu perkara yang mudah. Memerlukan persiapan yang rapi serta tarbiyah yang teliti.
Oleh itu, marilah kita sama-sama mempersiapkan diri kita untuk menjadi seorang isteri, ibu, serta wanita yang berhati ‘rijal’ sodiq (benar). Jadilah bukan sekadar wanita…
Langganan:
Postingan (Atom)