Cantik

Selasa, 27 April 2010

TIPS SOLAT SUBUH, bagi yang sudah merasa dijamin masuk surga tidak usah baca


saudaraku berikut beberapa tips menjaga sholat subuh agar tetap berjamaah di masjid:

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.

“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]

Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid.

“Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?” (QS Huud:81)

Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh. Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia.

Berikut ini Halangan-halangan yang membuat lalai dalam sholat subuh berjamaah di masjid:
1. Ketiduran.
2. Malas mandi wajib.
3. Udara yang dingin.
4. Rumah yang jauh dari masjid.
5. Kelelahan.
6. Tidak berani memulai sholat subuh berjamaah di masjid.

Sudah jelas, jika kita tahu halangan-halangannya maka kita sebagai umat muslim yang pandai dan dirahmati Allah harus mencari jalan keluarnya. Berikut ini tips-tips dari kami untuk bisa konsisten sholat subuh berjamaah di masjid:

1. Ikhlaskan niat karena Allah.
2. Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari.
3. Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali.
4. Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh.
5. Carilah kawan yang baik (shalih).
6. Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa).
7. Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari.
8. Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding.
9. Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu).
10. Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga
11. Jangan tidur kurang dari enam jam. Anda harus bangun jam 4 pagi agar sempat sholat Tahajud, dilanjutkan subuh berjamaah di masjid. Untuk itu Anda harus tidur maksimal jam 10 malam.
12. Jika Anda harus mandi wajib, lakukanlah sebelum tidur atau jam 4 kurang.
13. Lakukan ini secara konsisten minimal 3 hari berturut-turut, kami jamin jam biologis Anda langsung mudah menyesuaikan diri dan Anda akan lebih mudah melakukannya keesokkan harinya.
14. Jangan sampai kebiasaan di atas terputus, karena sekali saja terputus, rasanya akan sulit sekali untuk memulainya lagi.
15. Camkan dalam hati Anda, semakin jauh rumah dengan masjid, semakin banyak yang diperoleh karena pahala menuju sholat berjamaah di masjid dihitung per langkah pulang-pergi!

Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah Anda mungkin berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah, terus berdiam diri, dan yang paling parah, Munafik.

Duhai Akhwat Facebooker, Renungkan ini...

Duhai akhwat yang kukagumi
Yang memiliki iman di hati
Dengarlah suara hati para lelaki
Sudahi menebar simpati
Hentikan bermanja pada kami
Kami ikhwan biasa yang tidak suci
Yang ingin teguh di jalan Ilahi.

Duhai yang kukasihi para akhwat
Yang memiliki malu, hormat dan martabat
Kami adalah pria biasa yang mudah terpikat
Iman kami tak sekuat para nabi dan shahabat
Fotomu bertebaran menggoda dan mengusik syahwat
Kecantikanmu menembus hati yang taat syariat.

Duhai akhwat yang kusanjungi
Jangan hajar emosi dan jiwa kami
dengan perhatian yang murah
Jiwa ini terasa gerah
dengan pujian yang membuncah.

Duhai akhwat yang kupuja
Engkau adalah mutiara berharga
Harapan bangsa dan agama
Bukan hanya fisik yang harus dijaga
Akhlak juga harus dihiasi
dengan lembaran hidup islami

Engkau akan terlihat anggun
Bukan karena pengagummu yang berjibun
Tapi karena sikapmu yang santun
Engkau semakin mempesona
Dengan izzahmu yang terjaga
Engkau semakin cantik memikat
Karena kepribadianmu yang sesuai syari'at
Renungkanlah duhai akhwat…

PAra akhwat, hati2 dgn mereka2!

Untuk para akhwat yg sudah berjilbab rapi, semoga Allaah meneguhkah kita untuk tetap menjalankan syari'atnya, amin. Saya senang sekali setiap melihat akhwat yg teguh dgn jilbabnya, meskipun cuaca panas, keluarga menentang, etc etc.

Akhwati sekalian, tahu tidak? Walaupun kita sdh berusaha menutup aurat, ternyata masih ada golongan kaum adam yang masih dengan tega2nya membicarakan kita dengan teman2nya. Saya kaget ketika suatu hari di kampus ada teman mahasiswa yang berkomentar ttg seorang aktris yg memutuskan berjilbab, "Si X itu sdh cantik, pake jilbab, bodinya bagus lagi." Saya jadi teringat ketika SMA pernah ada teman laki2 yg berkomentar ttg seorang teman sekelas saya yg berjilbab, "Aku tahu pasti si Y rambutnya pendek"
Deg! saya kaget! ternyata masih juga mereka suka menebak2! Dasar aneh!

Ukhti fillah, ternyata ada hal2 yg terkadang luput dari perhatian kita dalam berpenampilan, ini kira2 hal yg bs saya list:
1. tolong hati2 ketika memakai tas, baik ransel maupun selempang. lebih aman dipakai di dalam jilbab.
2. perhatikan ketika mengikat rambut.Jangan sampai orang2 bisa menebak "Pasti mbaknya rambutnya panjang sampai2 bisa dikonde! pasti rambutnya diekor kuda" sepengetahuan saya, lebih aman dikepang, selain ga ketara bentuknya, juga lebih sejuk & rapi daripada diikat biasa.
3. jangan pakai jaket di luar jilbab. rawan banget membentuk bahu, lengan, pinggang, etc. kan sayang, jilbabnya sudah lebar tapi ditutup jaket?
4. Kalau naik motor, hati2 dgn angin, kalau bisa pakai tas ranselnya di depan sj, (yah tau sendiri lah kenapa)
5. Pakai dobelan celana longgar atau kulot, terutama jika naik motor. bahaya banget kl cm pakai kaos kaki panjang, bentuk betis jd terlihat.
6... hmmm... ada yg mau menambah?

ingat, jangan biarkan mereka2 menebak2! Selain mata, otak adalah organ kaum adam yg perlu diwaspadai, kita tidak pernah tahu apa yg ada di pikiran mereka.

"Koq ribet amat? ga boleh gini, ga boleh gt, males ah"

ukhti, membeli apartemen di Residence ***** tidak sama dg membeli kacang. Orang yg mampu membeli apartmen mewah tentu saja bukan orang sembarangan, hanya orang benar2 kaya yg mampu membelinya, apalagi surga Firdaus?

HAti2 ukh! TEntu saja kita tak mau menjadi objek pembicaraan yg tidak baik di kalangan kaum adam bukan?

Senin, 26 April 2010

Muslimah Hebat Dambaan Umat

Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada benernya sama sekali.

Jalan lain ini seringnya sok menjadi pahlawan kesiangan bagi perempuan sehingga seakan-akan perempuan sendiri merasa diistimewakan. Salah satunya adalah ide feminisme yang (katanya) memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Tapi muslimah cerdas nggak bakal dong terjebak dengan ide yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam ini. Sebab, bukannya menjadi mulia, feminisme justru membawa perempuan kepada keterpurukan yang makin parah dalam semua sendi kehidupan (tema ini akan dibahas khusus di edisi berikutnya, insya Allah).

Trus, gimana dong supaya kamu, semua bisa menjadi perempuan mulia dan hebat dunia-akhirat? Pasti dong ada langkah-langkah jitu untuk mencapainya. Ikuti terus yuk bahasannya.

Muslimah itu harus cerdas
Poin ini selalu saya tujukan bagi perempuan siapa pun dia adanya dan di mana pun dia berada. Why? Karena perempuan cerdas itu indah. Ia nggak mudah dibohongi oleh apa pun atau siapa pun, baik oknum itu berupa sosok bernama laki-laki ataupun sosok bernama ideologi. Laki-laki di sini yang dimaksud adalah laki-laki yang nggak beriman dong. Karena kalo yang beriman, otomatis ia pasti memuliakan perempuan. Sedangkan sosok bernama ideologi utamanya kapitalisme dan sosialisme, akan mudah mempecundangi perempuan nggak cerdas dengan banyak cara. Eksploitasi perempuan adalah salah satunya.

Perempuan cerdas nggak akan mudah terpesona dengan bujuk rayu nggak bermutu ini. Ia memahami bahwa kecerdasan perempuan itu bukan hanya aksesori semu di atas panggung semata. Perempuan cerdas itu terwujud dalam karya nyata. Ia berprestasi dalam bidang yang memang benar-benar memaksimalkan peran otak dan akal, bukan sekadar akal-akalan saja. Memang ada? Banyak malah. Tuh lihat aja kontes puteri atau miss apalah itu namanya, menjadikan otak alias brain sebagai pajangan asal pantas. Soalnya tanpa kriteria brain, si panitia takut kalo masyarakat akan menganggap lomba-lomba semacam itu hanya bisa mengandalkan tubuh seksi perempuan semata. Padahal mah kenyataannya iya banget. Naif banget kalo kamu masih percaya kecerdasan turut diperhitungkan dalam kontes semacam ini. Sumpeh deh lo!

Perempuan cerdas itu langsung terasa efeknya ke masyarakat. Selain mengukir prestasi dalam bentuk kemampuan akademis yang oke, kecerdasan pun bisa juga diraih dalam bentuk lain. Salah satunya adalah kecerdasan dalam menyikapi fakta yang tersaji di depan mata lalu berusaha menicarikan solusi cerdas atas semua masalah yang ada. Misalnya dalam menyikapi harga BBM yang semakin mahal. Perempuan cerdas langsung memahami bahwa itu semua terjadi gara-gara diterapkan sistem Kapitalisme yang jadi kiblat pemerintah saat ini. Negara menjadi macan ompong yang nggak mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya. Negara cuma berperan sebagai pedagang untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dengan dalih pengurangan subsidi.

Sayangnya, sekolah yang ada saat ini sangat tidak mencerdaskan muridnya terutama kaum perempuan. Diperparah dengan liberalisasi pendidikan alias pemerintah sudah nggak mau bertanggung jawab terhadap pendidikan rakyatnya, jadilah sekolah-sekolah itu disulap menjadi barang mewah yang mahal dan tak terjangkau. Klop banget untuk menjadikan perempuan jauh dari kecerdasan.

Tapi sebenarnya yang namanya kecerdasan, bisa ditempuh dan diasah dalam ranah kehidupan yang lain. Sekolah kehidupan internasional adalah solusinya. Apa itu? Yaitu sebuah sekolah yang menjadikan kurikulum universal sebagai materi pelajarannya, dengan standar Islam sebagai patokan. Laboratoriumnya juga canggih karena langsung terjun ke masyarakat tanpa harus nunggu program KKN yang biasa ada di perguruan tinggi. Muslimah jenis ini, sudahlah cerdas otaknya, cerdas pula empatinya. Top banget dah.

Berakhlak mulia juga harus dong!
Non, selain cerdas, perempuan itu kudu berakhlak islami. Percuma aja punya kecerdasan kalo ternyata nggak bermoral dan akhlaknya rusak. Banyak banget tuh kejadian ayam kampus atau ayam abu-abu (sebutan untuk pelacur yang masih kuliah atau SMA) yang berotak brilian namun jangan ditanya soal akhlak. Mereka obral diri hanya demi gepokan rupiah. Tentu bukan seperti ini gambaran perempuan mulia dan hebat itu.

Akhlak bisa ada pada diri perempuan bila ia beriman. Karena sesungguhnya standar akhlak sendiri adalah bagian dari syariat Islam dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan hal ini berkaitan banget dengan akidah yang dianut seseorang. Misal nih, kamu mempunyai akhlak dengan sifat jujur. Bukan semata-mata karena jujur itu baik, tapi seharusnya kamu sadar bahwa jujur itu baik karena Allah bilang jujur itu baik. Dan kalau Allah bilang itu baik maka itu artinya perbuatan itu akan memperolah nilai dan pahala di hadapanNya.

Pada satu momen, ketika Allah bilang jujur nggak baik ya kita harus nurut bahwa jujur itu nggak baik. Ada tiga kondisi dalam Islam yang memperbolehkan seseorang untuk berlaku tidak jujur. Pertama adalah dalam hubungan suami istri untuk membahagiakan pasangan, kedua adalah dalam peperangan, dan ketiga adalah ketika mendamaikan dua orang yang bermusuhan. Jadi, dalam kejujuran pun standar yang kita pake jelas banget yaitu Islam saja. Hal ini berlaku juga untuk bentuk-bentuk akhlak lainnya semisal ramah, baik hati, tidak sombong, suka menabung, patuh pada orang tua dll (hihi, kayak dasadarma pramuka yah).

Kecantikan diri patut dijaga
Kecantikan adalah sebuah hal yang secara alami ada pada diri tiap perempuan. Yakinlah, tak ada istilah perempuan berparas buruk. Bila ada yang mempunyai pendapat seperti ini, sungguh pada saat yang sama ia telah menghina Allah Ta’ala yang menciptakan paras tersebut. Cantik atau jelek kan cuma masalah selera. Yang dianggap paras kurang cantik bagi orang Asia, eh….ternyata digandrungi sama orang bule di daratan Eropa sana. Eksotis, katanya…ciee.

Terlepas dari itu semua, kecantikan yang ada pada diri perempuan kudu dijaga sebagai bentuk amanah kita pada Sang Pencipta. Menjaga kecantikan nggak harus ke salon tiap hari. Merawat kecantikan nggak harus juga luluran merata ke seluruh tubuh biar kinclong, mandi berjam-jam karena harus memakai berbagai macam krim untuk tubuh, menikur en pedikur atau apa pun namanya yang jelas-jelas itu semua hanya menghamburkan uang dan waktu.

Jangan sampai karena pedulinya kamu sama kecantikan sehingga membuat sebagian besar waktu dan uangmu habis untuk hal ini saja. Merawat kecantikan yang ideal itu sebetulnya adalah ketika tubuh kita bisa beraktivitas secara maksimal karena sehat. Percuma juga tubuh cantik bagai porselen kalo ternyata malas beraktivitas dengan dalih takut bedak luntur, misalnya. Percuma juga langsing kayak tiang listrik kalo penyakitan karena diet yang ketat.

Intinya, mempertahankan kecantikan diri cukup dengan standar Islam saja yang sangat menyukai kebersihan. Mandi minimal dua kali sehari, sikat gigi teratur, jaga kebersihan rambut dan anggota tubuh yang lain juga.

Last but not least, kecantikan itu bagaimana pun bentuknya, standarnya kudu Islam saja. Percuma juga cantik kalo ternyata nggak menutup aurat. Percuma juga kulit mulus kalo ternyata nggak pernah sholat. Ih….naudzhubillah. Karena ternyata kecantikan hakiki itu adalah gabungan dari kecerdasan otak dan akhlak yang nantinya memancar pada sikap dan perilaku seseorang sebagai bukti ketaatan pada hukum syara’ yang telah ditetapkan aturannya oleh Allah Swt.

Adakah sosok idaman itu?
Hmm…pertanyaan yang nggak mudah untuk dijawab. Kalo kamu mau angkat tangan, kesannya kok narsis banget (hehehe..). Biar adil, saya akan menunjuk seseorang lain yang memenuhi kriteria di atas itu. Seorang perempuan, yang pasti muslimah dong, cerdas, berakhlak bagus dan cantik. Ia kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, jurusannya pun terkenal sangat sulit ditembus oleh orang yang berotak pas-pasan.

Sampai di sini, jelas banget kalo muslimah ini punya otak dan kecerdasan di atas rata-rata. Tidak itu saja, pemahaman keislamannya pun top banget. Kalo saya mengatakan paham, itu beda dengan ‘tahu’. Artinya, ia mengamalkan Islam dengan maksimal. Ia ramah dan supel, baik hati, tidak sombong, suka menabung dan patuh pada orang tua. Hapalan al-Qurannya top, kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggrisnya juga oke.

Dari segi kecantikan, subhanallah. Ia dikaruniai Allah fisik yang sempurna. Nggak ada orang yang bilang ia jelek. Saya aja sesama cewek, juga ikut tersepona dengan kecantikanya yang inner dan outer itu. Apa inti dari ‘sharing’ saya ini? Maksudnya ingin saya tunjukkan bahwa sosok muslimah ideal dan idaman umat itu ada. Hanya saja ia ada dalam jumlah dan stok yang terbatas. Why?

Setangkai bunga yang indah akan tumbuh dengan sempurna bila tanah dan iklimnya bagus serta sesuai. Begitu juga dengan muslimah idaman umat. Sosok-sosok ini akan tumbuh bila iklim alias lingkungan yang ada mendukungnya untuk berkembang dengan sempurna. Tapi apa fakta yang ada? Sistem yang diberlakukan kepada kita saat ini sungguh iklim rusak yang penuh noda. Sekulerisme yang diterapkan saat ini meniadakan peran agama dalam kehidupan. Kapitalisme yang mendewakan materi sebagai sumber kebahagiaan hidup pun juga dipuja-puja.

Lihat tuh, para perempuan cantik yang seksi mengumbar aurat di tempat umum, teryata sholatnya rajin juga. Bahkan saya sempat terkecoh dengan salah satu teman yang ketika berangkat ke kampus berkerudung rapat padahal hari-hari biasanya nggak. Saya pun mengucapkan selamat padanya. Bukankah kebaikan itu harus disyukuri dan diucapkan selamat padanya agar berkesinambungan? Ternyata ia mengatakan bahwa berkerudungnya itu karena ia habis menghadiri rapat sebuah perkumpulan mahasiswa muslim. Ia menyebutnya fleksibel karena itu artinya ia bisa berada di mana-mana. Rapat tentang Islam oke yang itu artinya ia berbaju muslimah. Dugem pun ayo aja yang itu artinya pake baju buka-bukaan. Waduh, jadinya baju muslimah itu dipakai hanya sekedar dress code aja yah? Capee deh.. ngikutin jalan pikiran kayak elo!

Dari kedua sosok di atas, sudah bisa dipastikan bahwa contoh kedua-lah yang paling banyak ditemui di sekeliling kita. Islam tidak lagi diakui sebagai the way of life. Namun Islam hanya sebagai mode dan gaya yang kebetulan lagi tren. Apalagi diperparah dengan ide demokrasi yang sangat mengagungkan kebebasan berekspresi termasuk dalam hal pakaian, jadilah baju muslimah dianggap sebagai salah satu pilihan yang bisa dipilih suka-suka. Kalo suka ya dipake, kalo nggak ya dilipat aja dalam lemari. Waduh!

Nggak bisa dibayangkan wajah bangsa ini ke depan, bila perempuannya plin-plan kayak gini. Tapi sangat bisa diprediksi sehebat apakah suatu kaum apabila perempuannya sekaliber contoh pertama di atas. Dan itu telah dibuktikan oleh Islam yang gilang-gemilang selama 13 abad dengan kualitas perempuan yang mulia dan hebat. Kalo sudah ada bukti cemerlangnya peradaban dalam naungan Islam, so buat apa kita butuh peradaban lain semacam demokrasi dan Kapitalisme? Jadi, tak ada pilihan lain untuk menciptakan generasi muslimah hebat dambaan umat kecuali kita campakkan bersama-sama semua ide yang rusak dan merusakkan. Setuju? Akur dong!

Jumat, 23 April 2010

Metamorfosis Wanita


Dari Ulat bisa menjadi Kupu-kupu

Seringkali kita mendengarkan tentang kisah-kisah srikandi Islam yang gagah berani seperti Siti Fatimah, Khadijah r.a., Khaulah Al-Azwar, Nusaibah serta ramai lagi muslimah-muslimah tauladan. Ramai yang mengatakan bahwa tidak mungkin kita akan mencapai tahap srikandi-srikandi mulia tersebut. Namun sadarkah kita, penilaian terhadap perjuangan seseorang itu hanyalah Allah s.w.t. yang berhak menentukan.

Keikhlasan dan kesediaan kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya pada jalan perjuangan Islam ini adalah modal utama untuk menjadi mujahidah sejati. Namun syarat yang paling utama ialah keutuhan aqidah yang akan mendorong kita untuk tegar dalam menegakkan agama Allah s.w.t.

Ingatlah, dahulu kaum wanita menjadi bahan hinaan kaum-kaum jahiliyah bahkan dianggap lebih hina dari binatang. Namun, cahaya Islam merubah segalanya. Kaum wanita diangkat martabatnya dan diberi hak yang sewajarnya. Islam memuliakan wanita sehingga terdapat surah An-Nisa’ yang bermakna ‘wanita-wanita’ yang banyak menyentuh tentang hal tentang wanita. Di sini, saya ingin menyentuh beberapa sikap muslimah sebagai pejuang agama secara ringkas.

1. Berjuang Sebagai Puteri



Jika berbicara masalah ini, pasti kita tidak lari dari memikirkan tentang puteri-puteri Rasulullah seperti Zainab, Ruqaiyyah, Ummu Kaltsum dan Fatimah. Namun, sejarah lebih ‘mengutamakan’ Fatimah dari segi seorang anak kerana dekatnya beliau dengan Rasulullah. Fatimah lah yang membersihkan punggung Rasulullah apabila diletakkan najis oleh kaum musyrikin bahkan beliaulah yang memangku baginda Rasul di saat menjelang kewafatan baginda. Bagaimana pula dengan kita?Umumnya kewajiban anak itu membantu kedua orangtuanya serta berusaha tidak membebankan mereka.

Jika sahabat-sahabat memiliki orang tua yang beriltizam sepenuhnya dengan perjuangan Islam, maka hendaklah memahami mereka terutama pada saat-saat kesulitan seperti kesulitan waktu atau harta. Bahkan, perlu bersiap-sedia menghadapi kemungkinan yang lebih dari itu kerana jalan perjuangan itu penuh halangan dan rintangan.
Bagi mereka yang memiliki orang tua yang menentang, hendaklah berusaha memberikan pengertian kepada mereka tentang Islam secara berangsur-angsur. Berusaha menjadi anak yang soleh dan tidak menyakitkan hati mereka walaupun pemikiran dan pemahaman kita bertentangan dan tidak sejalan.

Ingatlah duhai sahabat, sehebat apapun seorang anak itu, Ridho orang tualah yang akan memandu kita kepada Ridho Illahi.

2. Berjuang Sebagai Isteri


Walaupun diantara kita ada yang belum menikah namun kita dapat mengambil pelajaran.
Pertama amatlah dituntut kepada para mujahidah memilih para mujahid yang beriltizam dengan perjuangan Islam. Walaupun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, namun ciri-ciri itu sudah dapat dilihat di usia seorang pemuda. Perkara ini sangat penting untuk melahirkan baitul muslim yang kelak akan melahirkan masyarakat muslim untuk mengakkan Islam di bumi ini.

Hendaklah kalian menjadi sayap kiri perjuangan suami dan memahami bahwa perjuangan ini menuntut pengorbanan dan pastinya tidak dimanjai dengan harta dunia. Bersiap-sedialah untuk meletakkan Islam sebagai kepentingan dan agenda utama hidup suami kalian bahkan hidup diri kalian sendiri. Ingatlah akan pengorbanan Ummu Khadijah dalam membantu perjuangan Rasulullah dan menjadi teman setia dalam suka dan duka baginda sehingga tiada gantinya lagi.

3. Berjuang Sebagai Ibu

Ini merupakan ‘stage’ terpenting kerana diibaratkan tangan ibu itu bisa menggoncang dunia. Dari rahim yang lembut itu, lahir Rasulullah s.a.w. yang tercinta. Dari rahim yang lembut itu lahir pejuang-pejuang Islam seperti Muhammad Al-Fateh, Salahuddin Al-Ayyubi dan Imam Hasan Al-Banna. Juga dari rahim yang lembut tetapi utuh itu lahir para ulama’ dan tokoh-tokoh agama yang ulung seperti Imam Malik, Imam As-Syafe’i dan Imam Bukhari.

Jika menyusur sirah para nabi, kebanyakannya ibu mereka adalah terdiri daripada wanita yang solehah seperti Maryam ibu Nabi Isa, Ibu Nabi Musa, Siti Hajar ibu nabi Ismail dan ibu nabi Sulaiman. Begitu juga dengan ibu para ulama’ seperti ibu Imam Bukhari yang tidak jemu-jemu mendoakan dan menjaga anaknya yang buta sehingga menjadi celik semula seterusnya menjadi ulama’ Hadith yang ulung.

Maka di sini, dapat diambil contoh tauladan oleh para mujahidah dalam melahirkan dan mendidik generasi yang akan menjadi pewaris ulama’ dan jundullah. Sebagai ibu, hendaklah berusaha membentuk anak-anak menjadi generasi al-Quran serta menjadikan sunnah Rasul ikutan hidup mereka.

4.Berjuang Sebagai Ahli Perjuangan Islam

elakangan ini, para muslimah telah diberi peranan penting dalam perjuangan Islam.

Muslimin dan muslimah bekerja bersama-sama saling bantu membantu dalam batas syara’ untuk gerak kerja Islam. Bahkan, terdapat kumpulan yang mayoritas adalah muslimah dan yang menggiatkannya adalah kaum hawa ini.

Muslimah pada zaman Rasulullah turut turun ke medan perang untuk membantu para muslimin dari belakang seperti mengobati para tentera yang cedera. Malah terdapat para muslimah yang juga turut masuk ke medan tempur seperti Nusaibah dan Khaulah Al-Azwar.

Bahkan, dengan keterlibatan muslimah dalam gerak kerja Islam dapat menangkis tuduhan-tuduhan yang mengatakan Islam itu mengongkong kaum wanita. Ia juga dapat membuka mata-mata mereka dengan kehebatan wanita muslim dalam perjuangan Islam.

Ingatlah sahabat-sahabat sekalian, bukanlah mudah untuk menjadi mujahidah sejati. Berbagai ujian, halangan, dani rintangan perlu kita lalui untuk bergelar mujahidah yang di sisi Allah. Jika Barat bangga dengan Joan of Ark, kita patut lebih berbangga lagi dengan mujahidah-mujahidah Islam seperti Sumaiyah dan Zainab Al-Ghazali.

Kepada yang masih single, jangan risau akan jodohmu karana mujahid yang sejati itu bukanlah tertarik pada rupa tetapi pada perjuanganmu fisabilillah. Rupa paras bukanlah ukuran nilai pada seorang muslimah tetapi iman dan keutuhan jiwa yang berada pada dirinya. Pernah terjadi di Iran di mana wanita-wanita Iran memilih kaum-kaum lelaki yang cedera dalam pertempuran sebagai suami. Malah kaum lelaki terdiri daripada orang-orang yang terpotong kaki dan tangannya akibat perang melawan musuh Allah. Kaum wanita itu mengiginkan lelaki yang bersih jiwanya dan telah teruji bahwa lelaki itu telah siap menyerahkan jiwa raganya untuk Allah yang mereka cintai.

Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang diiktiraf Allah sebagai pejuang agamaNya. Amiin

5 pengokoh dan penenang batin


AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI , APAPUN YANG TERJADI
- Hidup di dunia ini hanya satu kali , aku tak boleh gagal dan sia – sia tanpa guna .
- Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar , perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Alloh Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku .
- Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik bagiku menurutku belum tentu yang terbaik menurut Alloh SWT . Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri.
- Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Alloh menyelimuti segalanya , Dia tahu awal, akhir dan segala – galanya .
- Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu , tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku . Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku .

AKU HARUS RELA DENGAN KENYATAAN YANG TERJADI

- Bila sesuatu terjadi , ya … inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani .
- Aku harus menikmatinya , dan aku tak boleh larut dalam kekecewaan berlama – lama , kecewa , dongkol , sakit hati tak akan merobah apapun selain menyengsarakan diriku sendiri , dongkol begini , tak dongkol juga tetap begini .
- Hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada , namun tubuh serta pikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini .
- Bila nasi telah menjadi bubur , maka aku harus mencari ayam , cakweh , kacang polong , kecap , sledri , bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati .

AKU TAK BOLEH MEMPERSULIT DIRI
- Aku harus yakin bahwa hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti . Tak mungkin siang terus – menerus dan tak mungkin malam terus – menerus , pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya , aku harus sangat sabar menghadapinya .
- Akupun harus yakin bahwa setiap musibah terjadi dengan ijin Alloh Yang Maha Adil , pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya tak mungkin melampaui batas kemampuanku , karena Dia tak pernah mendzolimi hamba – hamba-Nya .
- Aku tak boleh mendzolimi diriku sendiri , dengan pikiran buruk yang mempersulit dan menyengsarakan diri , pikiranku harus tetap jernih , terkendali , tenang dan proporsional , aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah .
- Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan , tak boleh lari dari kenyataan , karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah . Semua harus dengan tegar kuhadapi dengan baik , aku tak boleh menyerah , aku tak boleh kalah .
- Mesti segala sesuatu akan ada akhirnya , begitupun persoalan yang kuhadapi seberat apapun seperti yang dijanjikan Alloh “Fainnama’al usri yusron inna ma’al ‘usri yusron” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan , bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan . Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri Alloh SWT .

EVALUASI DIRI
- Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Alloh SWT , dan Alloh tak mungkin berbuat sesuatu yang sia – sia .
- Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian , sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya , bila disikapi dengan sabar dan benar .
- Harus kurenungkan mengapa Alloh menakdirkan semua ini menimpaku , bisa jadi peringatan atas dosa – dosa kita , kelalaianku atau mungkin , saat kenaikan kedudukanku di sisi Alloh .
- Mungkin aku harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki .
- Setiap kejadian bagai cermin pribadiku , aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi , yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya , Alloh Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat .

ALLOH-LAH SATU – SATUNYA PENOLONG KU
- Aku harus yakin kalaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa ijin-Nya .
- Hatiku harus bulat total dan yakin seyakin – yakinnya , bahwa hanya Alloh-lah satu – satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan .
- Tidak ada yang mustahil bagi-Nya , karena segala – galanya adalah milik-Nya dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya .
- Tak ada yang dapat menghalangi jikalau Dia akan menolong hamba-hamba-Nya , - Dia-lah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya .
Oleh karena itu aku harus benar – benar berjuang , berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya , karena selain Dia hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya .
- Ingatlah selalu janji-Nya “Barangsiapa yang bertaqwa kepada-Ku , niscaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Kuberi rizki / pertolongan dari tempat yang tak terduga , dan barangsiapa yang bertawakal kepada-Ku , niscaya akan kucukupi segala kebutuhannya.” (At-Thalaq:2-3)

Kepada yang tersayang


Kepada Yang Tersayang


Kepada Yang Tersayang Semua Muslimah di Seluruh Bagian Jagad Raya
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ukhti tersayang,
Surat ini khusus buatmu saja.
Sebuah ungkapan hati yang selama ini kupendam jauh didalam lubuk hati.

Ukhti,
Tahukah engkau,
Ada rasa hormat di diri ini, bahkan untuk sekedar menatap wajahmu. Rasanya tak pantas untuk kulakukan itu, karena cahaya Ilahi yang memancar itu terlalu kuat untuk dapat kupandang. Takut hati ini akan getaran yang menyiksa .......

Ukhti sayang,
Sejujurnya ....
Ada semangat yang kau alirkan dalam hari-hariku lewat akhlaqmu yang terkadang menyindir kelemahan dan keluh kesahku. Semangatmu terkadang jauh diatas apa yang bisa dilakukan oleh diri ini.

Ukhti,
Bergetar hati ini,
Setiap namamu disebutkan, atau terpampang dalam sebuah susunan kegiatan amal sholih. Seolah tak habis waktumu untuk korbankan sesuatu bagi kemaslahatan ummat dan kaummu.

Bangga itu menggelegak,
Ketika dengan lancar kau lafadzkan ayat-ayat suci. Ketika namamu menjadi referensi ilmu teman-teman sejawatmu.

Ukhti sholihat,
Kusering membayangkan,
Sambil tersenyum ....
Beberapa bocah kecil berlari riang di sekelilingmu. Bercanda bergelayutan di kerudung panjangmu.

Tiba-tiba seorang diantara mereka terjatuh, wajahnya meringis memegang lututnya. Tangisnya hampir meledak, ketika dengan cepat tanganmu membelai rambutnya yang tertutup jilbab merah muda berenda hasil tanganmu. Sang anak lupa sakitnya, langsung meloncat riang dalam dekapanmu, diiringi teriakan cemburu kakak-kakaknya. Secarik senyuman sekejap menghiasi wajahmu.

Ukhti pujaan,...
Kusering mendamba,
Bercerita tentang lelah diri ini berjuang dalam kalimatNya.

Dengan seksama kau dengar, sambil merapikan beberapa baju taqwa hadiah dari santri-santri binaanmu untukku.
Usaiku bercerita, kau tatap diriku. Lirih tapi pasti kau utarakan janji Allah kepada tentara-tentaranya. Lembut, kau marahi keluh kesah diri ini.
Semangat itu kembali hadir. Lemah itu telah kau buang entah kemana.
Yang tinggal hanyalah aliran harapan untuk bertemu lagi nanti dalam keabadian janji Allah.

Ukhti sayang,
Izinkan diri ini untuk tetap berdo’a pada Pemilikmu.
Izinkan diri ini untuk tetap meminta pada Perancangmu.

Robbana Hablana min Azwajina wa Dzuriyatina Qurrata ‘aiyun waj-alna lil Muttaqiina Imama.

Amin Ya Robbil ‘Alamin.

Ukhti,
Surat ini kutulis untukmu,
Dan hanya untukMu ...