Cantik

Minggu, 02 Mei 2010

sepotong nyawa

Sepotong nyawa dengan bahasanya sendiri
berkata pada raganya yang baru mati,
Wahai jasadku,
Kau diam membisu,
terbujur kaku,
di pembaringan tak berkelambu.
tanganmu bersedekap,
di liang gelap dan pengap,
tanpa kerabat, tanpa sahabat.

Belum lama berselang,
banyaklah orang datang.
ada yang bertangisan,
ada yang berbasa-basi kepura-puraan.
tapi, tiada siapapun mau kau sertakan !

Wahai jasadku,!
Sebentar lagi kau membusuk,
darah hitam keluar dari hidung,
mulut dan kupingmu,
biji mata dan perutmu pecah,
kelaminmu pancarkan nanah.

Dan sekarang, coba kau jawablah,
Mana ketampanan yang kau banggakan ?
Mana kecantikan yang jadi pujian ?
Mana kedudukan yang kau perebutkan ?
Mana harta yang jadi tujuan ?
Mana pasangan hidup yang berikrar kesetiaan ?
Mana pula teman senasib sepenanggungan ?
mereka kau tinggalkan
dan kaupun ditinggalkan,
mereka arungi urusannya sendiri

Wahai tubuhku,
Jangan kau sedih di kesunyian,
usah risau di kesendirian,
kau takkan kesepian,
ratusan cacing segera berdatangan,
jutaan rayap menari beriringan,
ribuan belatung pesta kegirangan,
memakanmu tanpa perlawanan.

Wahai diriku !
Sebentar lagi amalmu menemani
si buruk yang busuk
ataukah si rupawan yang menawan
semua tergantung cerita kehidupan
yang dulu kita ukirkan

Wahai jasadku
dirimu kan menetap di barzakh
hingga langit terbelah,
hingga samudra tertumpah,
hingga semesta luluh lantah !
hingga Kelak dihadapan-Nya Yang Maha Tahu,
di sana mulut dibungkam membisu,
di saat tangan dan kaki dibuat mampu
berkisah jujur tentang tingkah lakumu.

Itulah hari yang dijanjikan,
Disanalah tempat yang tiada pilihan,
selain dua yang disediakan,
surga-Nya dengan setinggi - tinggi kesenangan
atau neraka-Nya dengan sepedih-pedih siksaan !

Wahai ragaku !
Usah sangsikan hari itu,
jangan pula tanyakan kemana kita.
Karena sejatinya,
kita bebas diberi waktu
dan memilih salah satu,
kemarin, diseumur hidupmu !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Mohon Komentarnya ya.............Sukron "