Cantik

Jumat, 16 April 2010

kisah dalam seuntai goresan pena


Suasana tenang terdengar siulan burung-burung beterbangan bertasbih menyebut asma-Nya, Kulihat ia terbang melayang diatas pepohon yang tenang dan diam, bagaikan bertasyakur terhadap alam atas keagungan Allah arrahman, hati diliputi ketenangan pancarannya, berdzikir menyebut asmanya., matahari mulai menampakkan sinarnya, fajar mulai pergi menyambut datangnya sang pagi.


Akupun bersyukur tiada terkira, kerna saat ini aku masih bisa menghirup udara gratis di pagi hari yang sejuk segar kejiwa.. aku melihat dengan mata-Nya yang gratis, memegang dengan tangan, berjalan dengan kaki yang dihadiahkan-Nya. Alhamdulillah ya Allah aku pun bersyukur.

Pagi itu seorang anak manusia melewati ku dan ia memberi salam kepadaku, akupun menjawab salamnya sebagai kewajiban ku atasnya, ia menyapa ku di ikuti dengan senyum yang merekah nampak ruman yang terserlah bagaikan suasana alam pagi ku ini..

Ia bertanya kepada ku, :’Bolehkah aku tau siapa nama mu wahai saudaraku??’, aku pun menjawab dengan senyuman ke ikhlashan kerna aku melihat kedamaian dari wajah hamba Allah tabaraka wata’ala ini, :’ oohh tentu.., nama ku adalah abdullah, dan engkau?. Aku diam menunggu jawabannya dengan senyuman, ia menjawab: ’ alhamdulillah, aku jua abdullah hamba Allah ’azzawajalla, engkau bisa memanggil ku fulan, aku berasal dari negri sebrang. Aku adalah seorang musafir yang singgah di negri mu.’. aku pun heran tiada nampak tanda-tanda seorang musafir bekas perjalanan dari-nya, aku menjawab:’ subhanallah, engkau adalah saudara ku seiman dan engkau adalah tamu ku, bolehkan engkau masuk ke rumah ku yang sederhana ini yang insyaAllah sentiasa di singgahi oleh sesiapa yang dalam perjalanan jauh, beristirahatlah sejenak, akan tetapi aku hanyalah seorang yang tiada begitu limpah dengan harta.. namun, jika engkau butuh bantuan ku jangan sungkan insyaAllah akan ku bantu semampu yang aku bisa..

Kemudian musafir pun beristirahat dan bermalam dirumahku dan akan lanjutkan perjalanan di esok hari. Ditengah sela-sela waktu istirahat datanglah seorang pemuda anak pemilik rumah yaitu anak ku kemudian menyapanya, mereka berdua bercakap-cakap, pemuda itu meminta nasihat kepada mushafir itu, ia bertanya:”wahai bapak mushafir.., aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu.., sebagai mana engkau ketahui usia ku sudah dewasa dan aku berhajat untuk segera menikah, namun aku bimbang akan insan yang ku inginkan, sudah beberapa orang yang disarankan, akan tetapi hati ku masih belum meng-’ia’-kannya. Hingga membuat orang-orang yang membantu ku itu bingung dan aku pun jua..”. dengan senyuman dari bibir mushafir itu menjawab:”umm.., na’am, wahai anak muda.. aku yang engkau jadikan tempat bertanya jua bukan insan yang tinggi ilmu.. insyaAllah kita saling menasihati dan saling mengingatkan.., wahai anak muda.., bijaklah dalam segala hal, istikharahlah atas setiap pilihan dalam hidupmu..sentiasalah meminta petunjuk-Nya Allah ’azzawajalla, insyaAllah hati mu menjadi tenang..”. malam mulai larut mereka mulai memejamkan mata di tempatnya peraduannya di selimuti suasana malam yang tenang..

Ke-esokan harinya tatkala mushafir itu hendak meninggalkan rumah itu untuk melanjutkan perjalanan, ia mengucapkan ribuan terimakasih kepada ku sebagai pemilik rumah atas tumpangan ini.., kemudian ia berkata kepada anak ku itu..: ”wahai anak muda.., aku memiliki beberapa pakaian, diantaranya ada yang sangat bagus aku sangat menyukainya terbuat dari bahan yang halus lembut, namun bahannya mudah rusak. Sehingga membuat waktu ku tersita jika memakainya.., ibadahku dibuat tidak tenang olehnya.. kerana kekhawatiran ku ini.. membuat aku lebih mengingatnya dari pada Khaliq, ia juga membuat ku bangga menjadi insan sombong kepada yang bukan milikku.. kerana semua adalah milik-Nya Allah tabaraka wata’ala.., ia membuat ku harus lebih ekstra menjaganya agar tidak cepat rusak. Aku juga memiliki pakaian yang mewah dan megah, namun kerana kemewahan dan kemegahannya membuat aku tidak bisa memakainya meski aku sangat menyukainya, ia tidak cocok dipakai oleh orang seperti ku insan biasa yang tidak miliki kedudukan tinggi.., anak muda.. aku jua memiliki pakaian yang biasa saja.., tiada terlalu mewah, namun terbuat dari bahan dasar kain yang kuat, tiada begitu banyak menyita waktu ku untuk merawatnya, ibadah ku tenang, tatkala yang lain lapuk, mudah rapuh namun dia tetap kuat sentiasa menjaga kehormatan ku.. kerna kekuatannya itu membuat aku sering memakainya, lebih membuat ku tenang tiada risih dan tiada membuatku resah.

Setelah mengucapkan kalimat itu.. mushafirpun berlalu dari pandangan kami.. perlahan-lahan bayangannya hilang ditelan fata morgana..alam dunia fana..






Tuhanku meski telah ku abaikan segala larangan dan suruhan..
Namun aku takkan henti.. memohon belas kasih mu..

Ku abaikan mimpi dan abisi untuk perolehi ampunan Mu..
Ku lenyapkan segala keinginan ku untuk perolehi cinta-Mu..
Ku telah curahkan segala isi hati.. untuk menarik simpati Mu..

Ku rangkai kalimat rayuan,
Ku bagi kisahku yang tak ada seorang insan pun mengerti selain diri-Mu..
Ku bisikkan seuntai kata dalam bahasa qalbu..

Ku pertanyakan akan rasa yang muncul sedikit beralih bukan lagi untuk Mu..
Aku kah termasuk insan yang engkau singkirkan.., ataukah engkau sayangi..
Ampunan Mu, selalu ku inginkan, kasih sayang Mu ku butuhkan..

~00~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Mohon Komentarnya ya.............Sukron "