Cantik

Kamis, 15 April 2010

"Mengingat Mati "


Ukhti Fillah Rahimakumullah


Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...
Bismillaahirrohmaanirrohiim.... ...

Faktor-faktor Pendorong Mengingat Kematian dan Zuhud Terhadap Dunia


Kematian bagi setiap manusia adalah sebuah kepastian yang tak mungkin dihindarkan. Berapapun panjangnya usia seseorang, bila saatnya tiba, malaikat maut pasti akan datang kepadanya di saat ajalnya sudah sampai. Namun, tetap saja sebagian manusia lupa terhadap sesuatu yang pasti seperti kematian ini, buktinya tidak ada persiapan untuk menghadapinya dan terus berlomba mengejar fatamorgana kenikmatan dunia yang tidak pernah berakhir. Mengingat mati adalah suatu kemestian bagi setiap muslim agar lebih giat beribadah dan tidak terbuai dengan segala kehidupan dunia dari dua sisinya, senang dan sedih, kaya dan miskin, bahagia dan derita. Selalu sabar dalam menghadapai berbagai cobaan hidup dan tidak terbuai dengan segala kenikmatan dunia, karena ia selalu ingat bahwa semua itu pasti akan ditinggalkannya bila saat tiba.

Berikut ini adalah beberapa hal yang mengingatkan terhadap mati dan mendorong bersifat zuhud dalam dunia.

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA , ia berkata, 'Nabi berziarah ke kubur ibunya, lalu beliau menangis dan membuat menangis orang-orang yang ada di sekitarnya, maka beliau bersabda:
اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُوْرَ قَبْرَهَا فَأَذِنَ لِي فَزُوْرُوْا اْلقُبُوْرَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ

"Aku meminta ijin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan untuknya, maka aku tidak diijinkan. Dan aku meminta ijin untuk ziarah ke kuburnya, maka Dia mengijinkan, maka ziarahlah ke kuburan, sesungguhnya ia mengingatkan mati."

Dari Abdullah bin Mas'ud RA , ia berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِى الدُّنْيَا وَتُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ
"Dahulu aku melarangmu ziarah kubur, maka sekarang ziarahlah, sesungguhnya ia membuat zuhud terhadap dunia dan mengingatkan akhirat."

Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa salah satu pendorong agar selalu ingat terhadap kematian adalah melakukan ziarah kubur, karena hal itu sangat membantu bagi setiap orang agar selalu ingat terhadap mati dan tidak mungkin lagi kembali lagi ke dunia yang fana ini.

Ziarah kubur bagi laki-laki adalah sunnah menurut kesepakatan para ulama dan diperselisihkan bagi wanita, dan pendapat yang shahih adalah haramnya ziarah bagi perempuan, karena kutukan bagi wanita yang ziarah kubur yang dijelaskan oleh Nabi SAW. Wallahu A'lam.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA , bahwa dia pergi ke kuburan, tatkala sudah sampai ia berkata, 'Wahai para penghuni kubur, ceritakanlah kepada kami tentang kamu atau kami menceritakan kepadamu. Adapun berita orang yang sebelum kami: maka harta (yang dulu kamu kumpulkan) telah dibagi, wanita-wanita (yang dulu menjadi istrimu) telah menikah, dan tempat tinggal telah dihuni oleh kaum selain kamu.' Kemudian ia berkata, 'Demi Allah, jika mereka sanggup niscaya mereka berkata, 'Kami tidak melihat bekal yang lebih baik dari pada taqwa."

Sungguh indah ungkapan Abul 'Atahiyah dalam sebuah sya'ir:

Sungguh mengherankan bagi manusia jika mereka berfikir - menghisab diri mereka sendiri lagi melihat

Mereka melewati dunia menuju negeri yang lain – sesungguhnya dunia bagi mereka hanyalah tempat menyeberang

Tidak ada kebanggaan kecuali kebanggan orang yang taqwa – besok apabila padang mahsyar mengumpulkan mereka

Sungguh agar manusia mengetahui bahwa taqwa - dan kebaikan adalah sebaik-baik simpanan

Aku merasa heran terhadap manusia dalam kebanggaannya – sedang dia esok hari akan dimakamkan di dalam kuburnya

Apakah perkara orang yang asal mulanya adalah setetes mani – dan akhirnya menjadi bangkai (kenapa ia berani) berbuat fasik.

Jadilah ia tidak memiliki apa-apa yang bisa diharapkan – dan tidak bisa menunda apa-apa yang ditakutkan. Dan jadilah perkara kepada selainnya – dalam setiap yang diputuskan dan ditentukan.

Para ulama berkata: tidak ada yang paling berguna untuk hati selain ziarah kubur, terutama hati yang keras, maka orang yang memiliki hati yang keras harus mengobatinya dengan empat perkara, salah satunya adalah ziarah kubur ini :

Pertama, menghentikan kebiasaan buruknya di masa lalu dengan cara menghadiri majelis-majelis ilmu, nasehat, dan zikir, mendengarkan ancaman dan anjuran, serta cerita orang-orang shalih. Sesungguhnya hal itu termasuk yang melembutkan hati.

Kedua, ingat terhadap mati, maka ia memperbanyak ingat terhadap yang menghancurkan kenikmatan, meninggalkan jamaah, dan membuat anak-anak menjadi yatim piatu. Diriwayatkan bahwa seorang perempuan datang kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha mengadukan hatinya yang keras. Maka ia berkata, 'Perbanyaklah ingat mati, niscaya hatimu menjadi lembut.' Lalu ia melakukan dan hatinya menjadi lembut. Maka ia datang kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha untuk mengucapkan terima kasih kepadanya. Para ulama berkata: ingat terhadap mati menghentikan berbuat maksiat, melembutkan hati yang keras, menghilangkan kesenangan dunia, dan memudahkan segala musibah dunia.

Ketiga, menyaksikan orang yang menjelang kematian (saat sakaratul maut). Sesungguhnya memperhatikan mayat dan menyaksikan saat sakaratul mautnya, membayangkan rupanya setelah matinya adalah yang memutuskan kenikmatannya dari jiwa, mengusir kesenangannya dari hati, dan menghalangi kelopak mata untuk tidur, serta menghalangi badan untuk beristirahat, mengbangkitkan semangat beramal, dan menambah bersungguh-sungguh dalam ibadah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Mohon Komentarnya ya.............Sukron "